Breaking News:

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Bupati Halim Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban di Bantul Aman dan Berlebih

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta masyarakat muslim Kabupaten Bantul menjalankan ibadah kurban dengan tenang dan khusuk.

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/SANTO ARI
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih ketika melihat langsung kondisi hewan ternak di sentra ternak Kalurahan Segoroyoso, Kapanewon Pleret, Bantul, Selasa (14/6/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta masyarakat muslim Kabupaten Bantul menjalankan ibadah kurban dengan tenang dan khusuk. Abadul Halim menyatakan, stok hewan kurban tahun ini melebihi kebutuhan dari tahun sebelumnya.

Pernyataan Bupati Abdul Halim tersebut menjawab situasi di sejumlah kapanewon di Kabupaten Bantul yang dinyatakan sebagai zona merah kasus Penyakit Mulut dan Kulit (PMK) pada hewan ternak, termasuk sapi dan kambing atau domba sebagai hewan kurban.

Baca juga: Enam Kapanewon di Kabupaten Bantul Dinyatakan Zona Merah PMK

Baca juga: Bupati Abdul Halim Tinjau Kondisi Terkini Sentra Ternak Bantul di Segoroyoso Pleret

“Stok hewan untuk kurban di Bantul ada 10.500 ekor sapi sehat, sedang tahun lalu kebutuhan hewan kurban ada 6.500 ekor. Untuk kambing dan domba, di Bantul tersedia 23 ribu ekor yang sehat dan siap untuk kurban, ini ada kelebihan stok sebanyak 10 ribu ekor, dimana pada tahun lalu kebutuhan kambing untuk kurban sebanyak 13 ribu ekor. Jadi, masyarakat silakan melaksanakan ibadah kurban (iduladha) dengan tenang dan khusuk,” ucap Bupati Halim kepada Tribunjogja.com, Jumat (1/7/2022).

Bupati Bantul pun meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi wabah PMK menjelang Hari Raya Kurban ini. Halim memastikan kebutuhan hewan kurban untuk masyarakat Bantul aman.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat mengunjungi kandang ternak di Kalurahan Segoroyoso, Kapanewon Pleret, Bantul, pertengahan Juni lalu.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat mengunjungi kandang ternak di Kalurahan Segoroyoso, Kapanewon Pleret, Bantul, pertengahan Juni lalu. (TRIBUNJOGJA.COM/ISTIMEWA)

“Sekali lagi, saya sampaikan, pemerintah Bantul telah mengkondisikan situasi saat ini terkait kebutuhan dan ketersediaan hewan kurban di Bantul. Semua aman, sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah kurban dengan sebaik-baiknya,” tandas Abdul Halim.

Orang nomor satu di Kabupaten Bantul menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terus melakukan upaya treatment pada hewan-hewan ternak, khususnya sapi, yang terpapar PMK bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul.

“Jumlah sapi yang terpapar PMK mencapai 2.400 ekor. 400 ekor dinyatakan sembuh, Lalu, 7 kapanewon dinyatakan sebagai zona merah, yakni Kapanewon Pleret, Pundong, Jetis, Banguntapan, Piyungan, Kretek, dan Imogiri. Saat ini, upaya treatment terus dilakukan di puskeswan-puskeswan tiap kapanewon. Ini tak memengaruhi persiapan ibadah kurban di Kabupaten Bantul,” kata Halim. (ayu)
TRIBUNJOGJA.COM/ISTIMEWA

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved