Berita Politik Hari Ini

Pemilu 2024, Demokrat Mulai Intens Lakukan Komunikasi Politik

Partai Demokrat mulai melakukan ancang-ancang dini demi mendulang suara hingga menetapkan kandidat terkuat untuk Pemilihan Presiden (Pilpres).

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief ditemui di GOR Siyono, Playen, Gunungkidul, Kamis (30/06/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 masih terbilang lama.

Meski demikian, Partai Demokrat mulai melakukan ancang-ancang dini demi mendulang suara hingga menetapkan kandidat terkuat untuk Pemilihan Presiden (Pilpres).

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat , Andi Arief mengatakan komunikasi dengan partai politik lain mulai intens dilakukan.

"Apalagi dengan Golkar, PAN, PPP, sudah komunikasi intens sejak 2020," kata Arief ditemui di GOR Siyono, Playen, Gunungkidul, Kamis (30/06/2022).

Menurutnya, komunikasi terutama dilakukan terkait peluang koalisi untuk Pemilu 2024.

Selain mencari kesamaan pandangan, ia tak menampik koalisi diperlukan untuk mencapai ambang batas pencalonan presiden 20 persen.

Baca juga: Pemilu 2024: Badan Pemenangan Pemilu ( Bappilu ) Partai Demokrat Siapkan Strategi 360

Arief mengungkapkan salah satu komunikasi yang terbilang sulit adalah dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Namun, ia optimistis partai berlambang banteng tersebut takkan menutup diri.

"Tunggu momentum saja, apalagi sebenarnya kerjasama kami dengan PDIP terbilang besar saat Pilkada, hampir 30 persen," jelasnya.

Terkait calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), Arief mengatakan masih melihat tingkat elektabilitas sejumlah figur.

Setidaknya ada 3 nama yang jadi sorotan Demokrat, yaitu Prabowo, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.

Sedangkan tingkat elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketua Umum Partai Demokrat disebut masih di bawah 3 nama tersebut.

Namun ia menyebut kemungkinan berubah sangat besar.

"Makanya kami tunggu sampai Maret tahun depan, baru terbayang siapa kira-kira capres-cawapresnya," ujar Arief.

Baca juga: Surya Paloh Berikan Sinyal Koalisi Partai Nasdem, PKS dan Partai Demokrat di Pilpres 2024

Adapun Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini juga mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang datang dalam pertandingan persahabatan voli.

Arief menegaskan tidak ada agenda politik sama sekali dari kegiatan ini.

Hal serupa juga disampaikan oleh SBY.

Ia mengatakan kegiatan olahraga berbeda dengan politik bahkan bisnis, dan bidang ini dinilainya juga penting dalam hubungan masyarakat.

"Politik dan bisnis itu penting, tapi perlu juga diisi dengan kegiatan lain seperti olahraga atau seni budaya," kata SBY.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved