Breaking News:

Berita Kesehatan

Hati-hati Bila Hipertensi & Kolesterol Tinggi Tak Terdeteksi, Tahu-tahu Stroke, Hasil Penelitian

faktor risiko stroke yang tidak terdeteksi seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi itu menjadi catatan para peneliti

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
ufmcpueblo.com
Ilustrasi kolesterol dan hipertensi kerap tak terdeteksi dan seseorang ternyata mengalami serangan stroke berat 

Setiap tingkat kolesterol low-density lipoprotein (LDL) pada atau di atas 130 mg/dL merupakan penyebab kekhawatiran, kata Mitchell.

“Semakin tinggi kadar 'kolesterol jahat' Anda, semakin banyak timbunan lemak yang bersembunyi di aliran darah Anda dan membentuk penyumbatan plak di sepanjang arteri Anda. Endapan tersebut membuat gumpalan yang memotong suplai oksigen ke otak pada stroke iskemik, ”tambahnya.

Cara mengurangi risiko stroke

Ranaudo mengatakan mengelola atau mengubah faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah cara terbaik untuk mengurangi risiko stroke.

"Faktor risiko ini termasuk merokok, kebiasaan makan yang buruk, gaya hidup yang tidak banyak bergerak, dan hipertensi yang tidak terkontrol," katanya.

“Pengobatan tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, kolesterol tinggi, fibrilasi atrium, dan sleep apnea akan membantu mengurangi risiko stroke seseorang,” tambah Loochtan.

Evaluasi ultrasound dan pengobatan untuk mengelola kolesterol dan tekanan darah adalah salah satu terapi yang tersedia untuk mencegah stroke, kata Ranaudo.

“Mengidentifikasi pasien yang berisiko dan melakukan pemeriksaan klinis sederhana dan rujukan awal ke spesialis vaskular adalah cara terbaik untuk membuat pasien dievaluasi dan diobati dengan cepat,” katanya.

(*/ )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved