Berita Bantul Hari Ini

Petani Bawang Merah di Bantul Terpaksa Panen Dini karena Curah Hujan Tinggi Saat Musim Kemarau

hujan di musim kemarau yang terjadi beberapa minggu terakhir berdampak bagi petani bawang merah di Kabupaten Bantul .

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Petani Nawungan memanen bawang merah 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - hujan di musim kemarau yang terjadi beberapa minggu terakhir berdampak bagi petani bawang merah di Kabupaten Bantul .

petani merugi karena tanaman bawang merah tidak bisa tumbuh normal akibat tingginya curah hujan .

petani pun memilih panen dini sebelum kerugian semakin besar.

Baca juga: Bawaslu Kulon Progo Jalin Sinergi Dengan Kejari Terkait Penanganan Pelanggaran Pemilu 2024

Harga bawang merah di pasaran yang mencapai Rp 50 ribu per kg tak bisa dinikmati para petani bawang merah di Kalurahan Nawungan, Kapanewon Imogiri.

Sebab, seorang petani bawang merah Nawungan mengatakan tanaman bawang merah di musim kemarau biasanya memberi untung besar, tapi kali ini para petani harus gigit jari.

Pasalnya umbi bawang tak berkembang dan ukurannya pun kecil-kecil. 

"Tanaman tidak maksimal seperti Mei tahun lalu karena banyak hujan dan hasilnya kecil-kecil," ujarnya Rabu (29/6/2022).

Padahal biasanya dalam masa tanam di musim kemarau , petani bisa panen mencapai 10-13 kg dari 1 kg benih.

Dan yang terjadi saat ini hasil yang didapat rata-rata kurang dari delapan kilo. 

Menurutnya, di bulan Mei-Juni seharusnya memasuki musim kemarau , tapi yang terjadi justru seringkali turun hujan dengan intensitas tinggi.

"Akibatnya tanaman bawang merah menjadi rusak dan pertumbuhan umbi tidak maksimal," ucapnya.

Salah seorang petani lainnya, Giyanti, memaparkan, untuk menghindari kerugian lebih besar, mereka memilih panen dini sebelum tanaman semakin layu dan membusuk.

Baca juga: Jumlah Ternak di Bantul Masih Mencukupi untuk Kebutuhan Kurban saat Iduladha

"Tanaman bawang merah tidak tahan karena hujan, dan akibatnya tanah tergerus air hujan, ada yang patah daun," katanya.

Di lahan pertaniannya Nawungan dengan luasan mencapai 140 hektare, hampir seluruhnya mengalami kerusakan.

Meski demikian petani masih bersyukur karena harga bawang merah saat ini masih cukup tinggi. 

"Hasil panen bawang merah berukuran kecil bisa laku Rp 3-5 ribu per kg. Sementara ukuran sedang mencapai Rp 7-15 ribu per kg. Dan ukuran besar bisa laku Rp 25-30 ribu per kg," imbuhnya.

Meski tak dapat meraup untung, namun bagi petani harga itu paling tidak masih bisa mengembalikan modal awal dan dapat dipakai untuk modal membeli bibit baru di masa tanam berikutnya. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved