Berita Gunungkidul Hari Ini

BPBD Gunungkidul Siapkan Anggaran Rp 600 Juta untuk Dropping Air untuk Antisipasi Kekeringan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Gunungkidul telah bersiap mengantisipasi kekeringan di musim kemarau ini.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Gunungkidul telah bersiap mengantisipasi kekeringan di musim kemarau ini.

Persiapan terutama dari sisi anggaran yang nantinya akan digunakan untuk dropping air bersih .

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan pihaknya menyiapkan anggaran sekitar Rp 600 juta untuk penanganan kekeringan tahun ini.

Baca juga: Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) Cari Kandidat Rektor Baru, Ini Syaratnya

"Ada 400 tangki yang akan disiapkan untuk dropping air bersih ," jelasnya dihubungi pada Selasa (28/06/2022).

Meski demikian, Purwono mengatakan pemerintah kapanewon akan jadi garda terdepan dahulu untuk penanganan kekeringan.

Sebab tiap kapanewon telah memiliki anggaran khusus untuk dropping air bersih .

Menurutnya, jika anggaran kapanewon untuk dropping air bersih menipis, barulah pengajuan dilakukan ke BPBD Gunungkidul .

Pihaknya pun juga sudah menyiapkan dana cadangan jika anggaran yang disiapkan tidak mencukupi.

"Nanti bisa ditalangi dengan anggaran dari Belanja Tak Terduga," ujar Purwono.

Walau sudah dipersiapkan, ia memprediksi wilayah terdampak kekeringan tahun ini akan berkurang.

Salah satu penyebabnya karena saat musim kemarau kali ini cenderung basah.

Purwono juga menyebut PDAM Tirta Handayani Gunungkidul turut membantu mengurangi dampak kekeringan.

Sebab, warga yang terlayani jaringan air bersih PDAM juga terus bertambah.

"Jadi ada kemungkinan wilayah dan warga yang berpotensi terdampak kekeringan akan turun jumlahnya," katanya.

Baca juga: Kesbangpol Kota Yogyakarta Gelar Pendidikan Politik Bagi Perempuan 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul , Sumadi mengatakan akan memetakan wilayah mana saja yang berpotensi terdampak kekeringan.

Koordinasi dengan kapanewon juga akan dilakukan.

Ia juga mengatakan kapanewon yang kerap mengalami kesulitan air bersih telah memiliki anggaran penanganan sendiri.

Kapanewon pun bisa bekerjasama dengan pihak ketiga untuk penyaluran air bersih.

"Kalau anggaran dari kapanewon habis, barulah mengusulkan permohonan dropping air ke BPBD ," jelas Sumadi.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved