Berita Sleman Hari Ini

Jelang Iduladha, Ini Daftar Bahan Pokok di Sleman yang Mengalami Kenaikan Harga

Sejumlah harga bahan pokok (Bapok) di Kabupaten Sleman mengalami kenaikan menjelang Iduladha . Dari 13 bahan pokok dan penting, 11 di antaranya

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sejumlah harga bahan pokok (Bapok) di Kabupaten Sleman mengalami kenaikan menjelang Iduladha .

Dari 13 bahan pokok dan penting, 11 di antaranya mengalami kenaikan pada bulan Juni 2022 .

Hanya, ada dua komoditas yang menurun yaitu bawang putih dan gula pasir. 

Baca juga: Jogja Gelut Day #1 Masuk Babak Final, 32 Fighter Bakal Bertarung di Tebing Breksi Sleman

"Dari 13 komoditas, di bulan Juni hampir mayoritas mengalami kenaikan," kata Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Budihardjo, saat rapat TPID di gedung Setda Sleman, Senin (27/6/2022). 

Sebelas komoditas yang mengalami kenaikan di Bulan Juni, antara lain Beras; Daging Sapi; Daging Ayam Ras; Telur Ayam Ras; Cabai Merah keriting maupun Rawit; Bawang Merah; Minyak Goreng Curah; Kacang Kedelai; dan Tepung Terigu.

Kenaikan harga bervariasi, umumnya di kisaran Rp 500 - 2.000.

Hanya ada beberapa komoditas yang naiknya cukup tinggi. Yaitu cabai rawit merah, dari Rp 57,375/ kg di bulan Mei menjadi Rp 89,375/kg di bulan Juni.

Kemudian, cabai Merah keriting dari Rp 49,542/kg menjadi Rp 77,375/kg. Selanjutnya, bawang merah dari Rp 39,333/kg menjadi Rp 53,875 per kilogram.

Sedangkan komoditas yang turun adalah Bawang putih dari Rp 34.125/kg turun menjadi Rp 33,250/kg. Kemudian Gula Pasir dari Rp 14.000/kg di bulan Mei menjadi Rp 13.488/kg di bulan Juni. 

Budihardjo mengatakan, dari 13 Bapok tersebut, ketersediaan stok relatif aman. Masyarakat bisa memenuhinya.

Hanya ada dua komoditas yang kebutuhannya belum bisa dicukupi oleh masyarakat Sleman. Artinya, harus mendatangkan pasokan dari luar daerah yaitu Bawang Merah dan daging sapi. 

"Daging sapi dalam keadaan normal saja belum bisa dicukupi, apalagi dalam keadaan wabah PMK ini," kata dia. 

Baca juga: Becak Motor Nyaris Tersambar Kereta Saat Terobos Palang Perlintasan di Srowot Klaten, Ini Kata KAI

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, (Disperindag) Kabupaten Sleman, Mae Rusmi mengungkapkan, kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar menjelang Iduladha merupakan hal yang wajar.

Sebab, berbarengan dengan permintaan tinggi. Hanya saja, ada beberapa komoditas yang kenaikannya drastis seperti cabai dan bawang merah. Hal itu disebabkan faktor cuaca dan penyakit. 

"Dengan berlalunya Iduladha dan kembalinya produk pertanian, maka harga akan kembali stabil," kata Mae.

Ia meminta kepada masyarakat supaya tidak perlu panic buying dan tidak belanja berlebihan. Karena, apabila belanja berlebihan maka persediaan berkurang kemudian harga otomatis akan terus naik. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved