Breaking News:

Update Berita Gunung Merapi

Update Gunung Merapi 26 Juni 2022, 5 Kali Guguran Lava Pijar Muncul Pagi Ini

Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta terpantau meluncurkan 5 kali guguran lava pijar pada Minggu (26/6/2022).

Tangkapan Layar
Visual Gunung Merapi 21 Maret 2022 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta terpantau meluncurkan 5 kali guguran lava pijar pada Minggu (26/6/2022).

Hal itu merupakan hasil amatan BPPTKG Yogyakarta selama enam jam terakhir.

Tepatnya pada pukul 00.00-06.00 WIB.

"Teramati 5 kali guguran lava pijar ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1.700 meter," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta , Agus Budi Santoso.

Baca juga: Update Gunung Merapi 25 Juni 2022,  Tiga Kali Guguran Lava Pijar Muncul Pagi Ini

Hasil amatan visual lain menunjukkan adanya asap kawah bertekanan lemah dengan intensitas sedang hingga tebal dari kawah Gunung Merapi .

Tingginya sekitar 50 meter di atas puncak kawah.

Gunung Merapi juga tercatat mengalami gempa guguran sebanyak 90 kali dengan amplitudo 3-24 mm.

Untuk cuaca di sekitar Merapi adalah cerah, berawan, dan mendung.

"Angin bertiup lemah ke arah utara, timur, dan barat. Suhu udara 13-25 °C, kelembaban udara 69-99 persen, dan tekanan udara 566-717 mmHg," katanya.

Menimbang hasil pengamatan itu status Gunung Merapi ditetapkan di level 3 atau Siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Baca juga: Update Gunung Merapi 21 Juni 2022, Guguran Lava Pijar Muncul 8 Kali Pagi Ini

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Juga mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status Aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved