Berita Pendidikan Hari Ini

Perubahan Iklim Sebabkan Krisis Pangan, Pakar UGM : Penting Regenerasi Petani

Untuk menghadapi krisis pangan yang mungkin terjadi ini ada beberapa upaya yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Ilustrasi gedung UGM 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perubahan iklim menjadi salah satu faktor krisis pangan terjadi.

Pakar Pertanian Universitas Gadjah Mada ( UGM ), Ir Jaka Widada MP PhD mengatakan, krisis pangan ini sebenarnya sudah melanda banyak negara dunia.

Bahkan, beberapa negara ternyata sudah mulai merasakan dampaknya.

Menurutnya, boleh saja orang mengabaikan soal krisis pangan ini karena masih bisa makan, tetapi krisis pangan sesungguhnya sudah sangat terasa. 

Baca juga: Satgas FKH UGM Bantu Pemeriksaan Hewan Ternak Terpapar PMK di Ngemplak Sleman

Hal tersebut dapat dilihat dengan naiknya harga bahan pangan saat ini.

“Iklimnya tidak menentu, hujan ekstrem, bencana alam sering ada, akibatnya petani gagal panen karena kebanjiran atau kekeringan dan gagal panen karena ledakan hama dan penyakit,” paparnya, Kamis (23/6/2022).

Dari situ, ia menilai tanda-tanda krisis pangan sudah terjadi.

Apalagi, jumlah penduduk terus naik, sementara kenaikan jumlah pangan tidak seimbang dengan penghuni yang ada.

Katanya, Food and Agriculture Organization (FAO) sebagai badan pangan dunia memperkirakan di tahun 2050 penduduk dunia tembus 10 miliar jiwa.

Jumlah penduduk yang sedemikian besar tersebut tentunya memerlukan pangan yang sangat luar biasa jumlahnya.

Agar tidak terjadi kelaparan maka harus ada peningkatan produksi pangan dunia. 

Produksi pangan tersebut idealnya untuk saat ini harus berkisar 70 persen.

Baca juga: Dinas Pertanian DIY Gandeng Calon Dokter Hewan UGM untuk Beri Pemahaman Soal PMK dan Protap Kurban

Jika sebagian negara masih sekitar 10 persen maka bukan persoalan mudah untuk mengejarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved