Lembah Desa Pulutan Gunungkidul Resmi Dibuka, Usung Konsep Wisata Edukasi

Direktur BUMDes Pulutan, Iskandar mengatakan Lembah Desa merupakan desa wisata yang mengusung sejumlah konsep.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Istimewa
Pembukaan Lembah Desa Pulutan di Kapanewon Wonosari, Gunungkidul oleh Bupati Gunungkidul Sunaryanta pada Sabtu (18/06/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Lembah Desa di Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul resmi dibuka oleh Bupati Sunaryanta pada Sabtu (18/06/2022) lalu.

Desa Wisata ini dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pulutan.

Direktur BUMDes Pulutan, Iskandar mengatakan Lembah Desa merupakan desa wisata yang mengusung sejumlah konsep.

"Terutama konsep edukasi, kuliner, dan alam," jelasnya memberikan keterangan pada Minggu (19/06/2022).

Menurut Iskandar, upaya pengembangan Lembah Desa Pulutan sempat terhenti selama 3 tahun karena berbagai kendala, termasuk pandemi.

Proses pembangunan akhirnya selesai tahun ini, dengan dukungan pemerintah setempat hingga masyarakat.

Keistimewaan desa wisata ini terletak pada pemandangan sawah luas yang ditawarkan hingga keberadaan lahan mina padi.

Pengunjung pun bisa berekreasi sekaligus mendapatkan wawasan tentang dunia pertanian.

Lurah Pulutan, Rusmiyanto mengatakan seluruh warga turut dilibatkan di Lembah Desa Pulutan ini.

Antara lain lewat pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Pokdarwis Pulutan pun mengusung nama yang terbilang unik, yaitu "Dewi Kapulut".

Nama ini diharapkan bisa membawa perubahan dan kemajuan bagi warga setempat.

"Termasuk menciptakan energi yang positif baik bagi warga kami dan para pengunjung," ujar Rusmiyanto.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta berharap konsep kemasan Lembah Desa terus dimatangkan dan dibuat semenarik mungkin.

Sebab konsep yang berbeda inilah yang akan membuat Desa Wisata berhasil menarik pengunjung.

Tak hanya itu, ia berpesan agar Pokdarwis Dewi Kapulut gencar melakukan promosi secara luas.

Salah satunya dengan memanfaatkan berbagai media yang ada agar bisa lebih dikenal.

"Pengembangan konsep terutama berkaitan dengan memaksimalkan dan mengangkat potensi yang ada di desa wisata ini," kata Sunaryanta. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved