Kisah Inspiratif

Harga Lombok Terus Melejit, Petani 'Cabai Atap' di Kota Yogya Sukses Raup Keuntungan

Di tengah gejolak harga beragam komoditas, warga Kota Yogyakarta diam-diam malah meraup keuntungan.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Daliman tengah merawat tanaman cabai yang ditanam di atap rumahnya, di Danurejan, Kota Yogya, Jumat (17/6/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM - Banderol komoditas cabai di Kota Yogyakarta tidak kunjung mengalami penurunan yang signifikan.

Dalam beberapa hari terakhir, harga di pasaran pun naik turun di kisaran Rp80 ribu, hingga Rp90 ribu.

Terang saja, situasi tersebut mendapat keluhan dari deretan pedagang, karena keuntungannya tereduksi.

Lebih parahnya, mengingat harga yang membumbung tinggi, minat beli masyarakat, atau konsumen cabai kini anjlok.

Namun, di tengah gejolak harga beragam komoditas, sosok Daliman (48), diam-diam malah meraup keuntungan.

Baca juga: Pedagang Menjerit, Harga Komoditas Cabai di Kota Yogya Terus Melejit

Bukan tanpa sebab, keuntungan itu diperoleh berkat kejeliannya, dalam memanfaatkan lahan kecil di rumah.

Warga Suryatmajan, Danurejan, Kota Yogyakarta tersebut, berinisiatif menyulap atap rumahnya menjadi sebuah lahan pertanian nan menjanjikan.

Cabai pun dipilihnya sebagai tanduran utama, sekitar lima tahun terakhir.

Lokasinya tak jauh dari Malioboro, atau tidak lebih dari 100 meter, di sebelah timur objek wisata paling populer di Kota Pelajar itu.

Kondisi kampung Gemblakan Atas yang begitu padat penduduk, dapat disiasati dengan baik.

"Kalau pas bagus, bisa panen satu kilogram per tiga hari. Sekarang ada sekitar 200 polybag yang saya tanami cabai. Tentu beda, sama yang menanam cabai di sawah, lebih mudah pasti," ujar Daliman, Jumat (17/6/2022).

Dengan intens menanam, pria yang berprofesi sebagai pengusaha dekor pernilahan itu, tidak terpengaruh dengan lonjakan harga cabai.

Bahkan, momentum seperti ini, jadi kesempatan untuk mengeruk profit lumayan.

"Kemarin sempat satu kilogram dihargai Rp100 ribu, pas mahal-mahalnya, isinya sekitar 200 batang cabai itu, yang (jenis) rawit. Jadi, kalau harganya melonjak, petani yang seperti saya ini malah diuntungkan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved