Nasional

Presiden Jokowi Kembali Reshuffle Kabinet, Pengamat Politik UGM: Pastikan Keberlangsungan IKN

Keputusan Jokowi dapat dimaknai sebagai upaya untuk memastikan keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

dok.via kompas.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) belum lama ini kembali merombak atau melakukan reshuffle kabinet untuk kali ke tujuh dengan melantik dua menteri dan tiga wakil menteri baru.

Menurut Pengamat politik UGM Mada Sukmajati , keputusan Jokowi dapat dimaknai sebagai upaya untuk memastikan keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Sebab, keberlangsungan pembangunan IKN juga sangat bergantung dari adanya dukungan politik.

"Hal ini menunjukkan presiden concern sekali pada masa depan IKN karena menurut saya salah satu tantangan IKN adalah keberlanjutan dukungan politik, termasuk akselerasi percepatan pembangunannya," paparnya, Kamis (16/6/2022).

Baca juga: APA KATA Pengamat Soal Reshuffle Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka

Mada melanjutkan, dukungan politik juga dapat diperoleh jika proses percepatan pembangunan IKN dilakukan.

Dengan adanya dukungan tersebut, Jokowi yakin bahwa pembangunan ibu kota baru akan terus berlanjut meski dirinya tak menjabat sebagai presiden RI di tahun 2024 mendatang.

"Dukungan politik ini akan bisa didapatkan kalau proses percepatan bisa dilakukan. Sehingga pada 2024, siapapun pengganti jokowi akan melanjutkan agenda perpindahan ibu kota," jelasnya.

Selain itu, Mada menganggap terpilihnya Zulhas sebagai Menteri Perdagangan karena dinilai mampu mengamankan ekonomi nasional di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

"Termasuk harga minyak goreng yang sempat melambung kan," tambahnya.

Made mengaku tak terkejut ketika Zulhas masuk ke kabinet Jokowi .

Sebab sebenarnya isu itu sudah santer lama terdengar, terutama dalam isu reshuffle sebelumnya.

Apalagi sebagai representasi PAN, Zulhas dinilai paling tepat dipilih Jokowi .

Selain itu Zulhas juga dinilai memiliki pengalaman karena pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca juga: Bocoran Siapa Nama Menteri Baru yang Muncul di Reshuffle Kabinet Jokowi

"Sekaligus ini jadi tantangan Zulhas dan PAN secara umum apakah kemudian bisa menjawab tantangan jokowi dalam menstabilkan ekonomi, dan itu tentu saja ya tergantung dari beliau. Tapi menurut saya, sejauh ini belum saya lihat mengapa mengakomodasi PAN, mungkin ada hal lain yang menjadi pertimbangan presiden," imbuhnya.

Mada menambahkan ada banyak agenda pemerintahan saat ini yang tidak bisa berjalan dengan lancar akibat pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi.

Pemulihan ekonomi yang kemudian coba dikejar Jokowi melalui reshuffle kali ini, termasuk kemungkinan memenuhi kebutuhan Jokowi dalam proses pilpres 2024 mendatang.

"Kan karena ada kebutuhan itu ya, terutama karena IKN, salah satu agenda yang mendesak. Tentu saja kan pak Jokowi tidak mau setelah beliau tidak jadi presiden, (pembangunan) IKN macet atau terganggu. Menurut saya, dukungan politik yang penting," jelasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved