Berita Klaten Hari Ini

Kisah Baderun Sholeh, Petani di Klaten yang Wakafkan Uang Ganti Rugi Tol untuk Kepentingan Masjid

Baderun Sholeh mendapatkan rezeki dari pembayaran UGR tol, sehingga semua uang yang didapat disumbangkan ke Masjid At Taqwa Pepe.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Baderun Sholeh (51) berfoto seusai menerima UGR tanah terdampak tol Yogyakarta-Solo di Kantor Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Kamis (16/6/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Baderun Sholeh (51), seorang petani di Desa Pepe, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mewakafkan seluruh uang ganti rugi (UGR) tanah miliknya untuk kepentingan masjid di kampungnya.

Keputusan tersebut, katanya, merupakan keputusan bersama yang dibuatnya setelah berembug dengan keluarganya.

Baderun Sholeh sendiri menerima uang ganti rugi atas tanah miliknya yang terdampak pembangunan Tol Yogyakarta-Solo senilai Rp 2,7 juta.

Uang senilai Rp 2,7 juta itu merupakan kompensasi dari tanah sawah miliknya yang berada di desa tersebut kena terjang tol seluas 4 meter persegi.

Baderun mengatakan jika uang yang diterima dari pembayaran UGR proyek strategis nasional (PSN) tersebut bakal diwakafkan untuk pembangunan palang nama masjid di kampungnya.

Baca juga: Warga Klaten yang Telah Terima UGR Tol Yogyakarta-Solo Diminta Bongkar Rumah Secara Mandiri

"Saya sudah berembuk dengan keluarga, kalau uang dari ganti rugi tol ini seluruhnya disumbangkan untuk buat palang nama masjid di Dusun Pepe," ucapnya saat berbincang dengan TribunJogja.com di sela-sela pembayaran UGR, Kamis (16/6/2022).

Menurut dia, masjid yang berada di Dukuh Pepe, Desa Pepe tersebut sudah lama tak memiliki palang nama, sehingga butuh palang nama agar terlihat lebih indah.

Kebetulan dirinya mendapatkan rezeki dari pembayaran UGR tol sehingga semua uang yang didapat disumbangkan ke Masjid At Taqwa Pepe.

"Itu saya nombok juga. Totalnya lebih dari Rp3 juta untuk biaya buat palang nama itu.  Kalau nilai terima UGR kan cuma Rp2,7 juta," jelasnya.

Ia mengatakan, sawah miliknya yang kena proyek tol sebenarnya memiliki luas 2.017 meter persegi. Sawah itu peninggalan atau warisan ayahnya.

Namun, sawah tersebut yang kena tol cuma 4 meter persegi. Meski begitu ia tetap bersyukur.

Baca juga: 1.884 Bidang Tanah Terdampak Tol Yogyakarta-Solo di 25 Desa Klaten Sudah Terima UGR

"Saya dulu mikirnya sampai setengah luasan sawah kena tol. Dulu sudah niat, kalau kena tol setengah akan saya gunakan uangnya untuk naik haji. Karena ini kenanya cuma 4 meter ya, saya sumbangkan ke masjid dan pahalanya untuk bapak saya," jelasnya.

Ia menjelaskan, saat mengetahui tanah sawah miliknya hanya 4 meter persegi yang kenal tol, dirinya tetap setuju dan tidak menolak.

Sebab, sisa tanah sawah yang ada masih bisa untuk digunakan sebagai lahan persawahan meski nantinya berdampingan dengan jalan bebas hambatan tersebut.

"Itu uang ganti ruginya sudah besar. Kalau harga tanah sawah permeter justru di bawah ini," imbuhnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved