SAR Satlinmas Parangtritis National Surfing Competition Berhadiah Total Rp 20 Juta
HUT ke-69 SAR Satlinmas dan HUT ke-72 Satpol PP, digelar agenda kompetisi tingkat nasional yaitu 'SAR Satlinmas Parangtritis National Surfing Competit
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dalam rangka memperingati HUT ke-69 SAR Satlinmas dan HUT ke-72 Satpol PP, digelar agenda kompetisi tingkat nasional yaitu 'SAR Satlinmas Parangtritis National Surfing Competition'.
Agenda ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya dengan total hadiah Rp 20 Juta.
Kompetisi tersebut diselenggarakan pada Sabtu-Minggu, 18-19 Juni 2022 mulai jam 09.00 di Pantai Parangtritis .
Baca juga: Melihat Kreativitas Siswa SD di Klaten , Bikin Ratusan Kerajinan dari Bahan Limbah
Ketua Panitia sekaligus Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Kabupaten Bantul, Arief Nugraha, menjelaskan bahwa DIY khususnya kabupaten Bantul memiliki potensi atlet surfing .
Terbukti ada atlet dari Bantul yang berprestasi pada pertandingan ekshibisi PON Papua tahun kemarin.
"Sebenarnya surfing di Pantai Parangtritis itu sudah dari dulu sudah ada, tapi belum terlalu terkenal di DIY. Masyarakat mengira Parangtritis tidak bisa untuk surfing," ujarnya Rabu (15/6/2022).
Maka dari itu, dalam dalam rangka memperingati ulang tahun SAR Satlinmas dan Satpol PP, mereka mencoba lebih mempopulerkan olahraga air ini. Nugraha mengatakan bahwa sebenarnya event ini digelar pada bulan April kemarin, tapi karena puasa maka pihaknya baru bisa menggelar pada 18-19 Juni 2022 nanti.
"Karena kita juga menunggu ombak tinggi. Karena surfing cenderung ke ombak yang besar. Sebenarnya bisa sewaktu-waktu, tapi kalau untuk nyari gelombang yang bagus ya seperti saat-saat ini," imbuhnya.
Dirinya menargetkan akan ada 100 peserta yang akan berlaga dalam kompetisi nasional ini. Sejauh ini selain atlet dari DIY, sudah banyak atlet dari daerah lain yang mendaftar seperti dari Serang, Bali dan Banyuwangi.
"Selain bertujuan untuk memperkenalkan surfing, event ini juga mencari bibit-bitit atlet. Dan karena ini event berskala nasional, biar pada tahu Parangtritis bisa juga untuk surfing," terangnya.
Nugraha mengakui bahwa surfing merupakan hal baru di Pantai Parangtritis. Mereka tahu bahwa Parangtritis bisa digunakan untuk surfing setelah mendapat bantuan papan.
"Oleh teman-teman SAR Satlinmas dicoba dan ternyata bisa digunakan di Parangtritis. Banyak yang akhirnya ikut latihan dan mereka beli papan sendiri dan ternyata penyelamatan korban menggunakan papan surfing lebih efisien dari pada menggunakan alat yang lain. Alat surfing tersebut adalah alat untuk membantu evakuasi korban," ujarnya.
"Kalau dulu kita tidak dapat bantuan papan surfing, ya kita ga bakal tahu ternyata Parangtritis bisa dibuat surfing," imbuhnya.
Adapun kompetisi surfing di Pantai Parangtritis ini sudah ketiga kali diadakan, dan bagi SAR Satlinmas ini adalah kali pertama mereka menggelarnya. Nugraha berharap di tahun-tahun ke depan akan lebih banyak lagi event serupa, tentu saja dengan dukungan dari Pemkab Bantul terutama Dinas Pariwisata.
Baca juga: Antisipasi Penyebaran Wabah PMK , Ternak Masuk Sleman Wajib Karantina 14 Hari
Sementara itu, Humas Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) DIY, Ivan Galang menyatakan bahwa pihaknya akan terlibat dalam perhelatan besok. PSOI dilibatkan dalam regulasi event, mekanisme dan penjuriannya. Adapun kompetisi besok akan dibagi menjadi tiga kelas, yakni Open Division, Women Division dan Local Division. Dirinya pun mengapresiasi atas event yang digelar SAR Satlinmas ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Poster-event-surfing.jpg)