Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Hadiri Gumbreg Agung, Bupati Abdul Halim: Bantul Salah Satu Penyangga Budaya DIY

Bupati Abdul Halim Muslih memberikan apresiasi kepada masyarakat Kslurahan Muntuk atas peran serta mereka dalam pelestarian budaya di Bantul.

Penulis: Nana Triana | Editor: APS
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Tradisi Gumbregan di Padukuhan Blimbing, Desa Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (26/9/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM – Masyarakat Kelurahan Muntuk menggelar upacara adat Gumbreg Agung di Lapangan Banjarharjo I, Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (22/5/2022).

Acara tersebut diselenggarakan sebagai rasa syukur masyarakat atas anugerah yang mereka dapatkan berupa hewan ternak yang sehat dan bermanfaat.

Pada kesempatan itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memberikan apresiasi kepada masyarakat Kalurahan Muntuk atas peran serta mereka dalam pelestarian budaya upacara adat Gumbreg Agung.

Abdul mengatakan, Kalurahan Muntuk sebagai salah satu kalurahan budaya di Kabupaten Bantul telah mengaktualisasikan dirinya sebagai lembaga kebudayaan yang kreatif, inovatif, produktif, dan menyejahterakan warganya melalui pelestarian adat budaya yang ada.

Baca juga: Bupati Abdul Halim Apresiasi Penyelenggaraan Pesparawi 2022 di Bantul

“Bantul sebagai salah satu penyangga budaya di DIY, tentu memiliki banyak warisan budaya adiluhung yang hingga saat ini masih tetap terpelihara dengan baik,” kata Abdul Halim dalam keterang pers yang diterima TribunJogja.com, Minggu (12/6/2022).

Setiap warga DIY, lanjut dia, wajib untuk mencintai budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

“Upacara adat Gumbreg Agung ini penting untuk dilestarikan karena mengandung makna filosofi yang sangat mulia yang berasal dari petuah para leluhur sebagai pedoman kehidupan,” Jelas Abdul Halim.

Sebagai informasi, selain Bupati Abdul Halim, tradisi Gumbreg Agung juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Kwintarto Heru Prabowo.

Baca juga: Bupati Abdul Halim Imbau Pilah Sampah Rumah Tangga, Bank Sampah Gerbang Pilah Bisa Jadi Contoh

“Saya berharap upacara adat Gumbreg Agung dapat menumbuhkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Bantul, baik wisatawan lokal, maupun mancanegara,” kata Kwintarto heru.

Untuk diketahui, rangkaian Gumbreg Agung dilakukan secara berkeliling. Peserta kemudian dikumpulkan di satu titik lokasi untuk bertemu. Acara kemudian dilanjutkan dengan dia bersama dan diakhiri permainan musik jatilan.

Adapun tradisi Gumbreg Agung disajikan dengan membawa uba rampe atau sesaji berupa ketupat, pisang, ketan untuk gendurenan dan untuk sajen sapi berupa pulo, karuk, ketan.

Gumbreg Agung diharapkan bisa menjadi salah satu tradisi yang terus dilestarikan serta dapat menambah kekayaan pariwisata lokal di Bantul.

Baca juga: Bupati Abdul Halim: Ekosistem Ekonomi Kreatif Harus Dirapikan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved