Eril Ditemukan

Tata Cara dan Syarat Pemulangan Jenazah Eril dari Swiss ke Indonesia

Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril akan dibawa pulang ke Indonesia, hari ini, Sabtu (11/6/2022). Ada tata cara dan syarat yang harus dipenuhi

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Joko Widiyarso
Kolase foto
Ini Tata Cara dan Syarat Pemulangan Jenazah Eril dari Swiss ke Indonesia, Bisa Dibantu Kemenlu 

TRIBUNJOGJA.COM - Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril akan dibawa pulang ke Indonesia, hari ini, Sabtu (11/6/2022).

Ada tata cara dan syarat yang harus dipenuhi agar kepulangan Eril bisa lancar dan tidak terhambat administrasi.

Mengutip laman Indonesia.go.id, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bakal membantu warga negaranya untuk memulangkan jenazah dari luar negeri ke Indonesia.

Kemenlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) akan menanggung biaya memulangkan jenazah apabila pihak keluarga yang ditinggalkan kurang mampu.

Adapun beberapa syarat wajib yang harus dipenuhi oleh orang yang mengurus kepulangan jenazah, antara lain:

  1. Permohonan mengekspor jenazah dari agensi resmi
  2. Paspor almarhum
  3. Paspor pengiring jenazah yang berlaku,
  4. Medical Certificate of Cause of Death (MCCD) dari rumah sakit,
  5. Izin ekspor otoritas setempat,
  6. Certification of Sealing, dan Certification of Embalming dari rumah sakit otoritas.
Twitter Akun Kepolisian Bern Dibanjiri Ucapan Duka untuk Eril, Warganet: Inalillahi Wa Inailaihi Rajiun
Twitter Akun Kepolisian Bern Dibanjiri Ucapan Duka untuk Eril, Warganet: Inalillahi Wa Inailaihi Rajiun (Instagram @ataliapr)

Jika syarat-syarat telah dipenuhi, KBRI di wilayah negara tersebut akan berkoordinasi dengan otoritas yang berwenang mengurusi jenazah.

Ada dua jalur yang bisa ditempuh untuk memulangkan jenazah ke Indonesia, yakni jalur darat dan udara.

Secara umum, proses pemulangan kedua cara itu sama.

Pihak yang berwenang untuk mengurus jenazah tersebut berawal dari pihak perusahaan atau orang yang bertanggung jawab.

Sejak dinyatakan atau diketahui ada WNI yang meninggal dunia, pihak perusahaan atau keluarga yang bertanggung jawab wajib melaporkan hal tersebut kepada pihak KJRI maupun pihak kepolisian.

Baca juga: Ridwan Kamil di Depan Peti Jenazah Eril: Saatnya Pulang, Sudah Aku Siapkan Tempat Istimewa

Apabila jenazah tersebut meninggal dalam kondisi yang tidak wajar atau di luar penanganan rumah sakit, maka pihak kepolisian akan meminta dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Hasil otopsi juga diperlukan sebagai persyaratan mengurus klaim asuransi.

Selanjutnya, agen resmi pengiriman jenazah kemudian mempersiapkan peti mati yang disesuaikan dengan tujuan dan cara pengiriman.

Untuk jalur darat, biasanya cukup menggunakan peti jenazah biasa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved