Kim Jong Un Gelar Rapat Bareng Parpol: Antara Bahas Covid-19 Dan Demonstrasi Senjata

Korea Utara sedang dilanda wabah Covid-19. Namun di sisi lain, Korea Utara juga terus memperkuat kekuatan militernya.

Editor: ribut raharjo
Net
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea ini, Presiden Korea Utara, Kim Jong Un terlihat mengenakan masker pada pertemuan politbiro Partai Buruh yang diadakan pada hari Sabtu (14/5/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM - Korea Utara sedang dilanda wabah Covid-19. Namun di sisi lain, Korea Utara juga terus memperkuat kekuatan militernya.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengadakan konferensi politik dimana dia diharapkan untuk meninjau urusan negara, termasuk wabah Covid-19.

Dia juga diharap menyediakan kemungkinan membahas hubungan dengan Washington dan Seoul di tengah kebangkitan nuklirnya.

Dilansir AP, rapat pleno Komite Sentral Partai Buruh yang berkuasa dimulai Rabu (8/6/2022) di ibukota, Pyongyang.

Kantor Berita Pusat Korea mengatakan Kamis (9/6/2022), dan mungkin berlangsung beberapa hari.

Pertemuan itu terjadi di tengah tanda-tanda Korea Utara sedang mempersiapkan ledakan uji coba nuklir pertamanya dalam hampir lima tahun.

Korut selanjutnya juga disebut akan meningkatkan rentetan provokatif dalam demonstrasi senjata tahun ini yang telah mencakup beberapa uji coba rudal balistik antarbenua.

KCNA menerbitkan foto-foto peserta pertemuan yang berjalan ke gedung pesta dan mengatakan mereka menyetujui agenda yang akan dibahas, yang sebenarya tidak ditentukan.

Media pemerintah sebelumnya mengatakan pertemuan itu akan meninjau urusan negara dan membuat keputusan tentang "serangkaian masalah penting."

Pertemuan itu kemungkinan akan membahas wabah Covid-19 di negara itu.

Pejabat di Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka yakin wabah itu memburuk dan meminta lebih banyak informasi dibagikan dengan badan kesehatan PBB.

Para pejabat dan pakar Korea Selatan mengatakan Kim mungkin membahas hubungan dengan Amerika Serikat dan saingannya, Korea Selatan di tengah diplomasi yang telah lama terhenti.

Kim mungkin juga melipatgandakan ambisinya untuk membangun persenjataan nuklir yang dapat mengancam sekutu AS dan tanah air Amerika.

Selama pertemuan pleno partai sebelumnya pada bulan Desember, Kim mengulangi sumpahnya untuk meningkatkan program nuklir militernya dan memerintahkan produksi sistem senjata yang lebih kuat dan canggih selama diskusi yang berlangsung selama lima hari.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved