Haryadi Suyuti Ditangkap KPK , Pengda Pelti DIY Harus Segera Cari Ketua Baru
Penangkapan eks Wali Kota Yogyakarta , Haryadi Suyuti oleh KPK berimbas pada citra organisasi Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Tenis Seluruh Indones
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penangkapan eks Wali Kota Yogyakarta , Haryadi Suyuti oleh KPK berimbas pada citra organisasi Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) DIY.
Pasalnya Haryadi Suyuti masih berstatus Ketua Pengda Pelti DIY saat terjadi operasi tangkap tangan.
Untuk itu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY menyampaikan sejumlah masukan kepada Pengda Pelti DIY terkait status kepemimpinan di organisasinya.
Akibat kasus itu, tempo hari KONI DIY langsung berembuk dengan pengurus Pelti DIY untuk membahas kondisi organisasi saat ini.
Baca juga: Jadwal PSS Sleman Bertolak ke Solo dan Kabar Para Pemain yang Berlaga di Piala Presiden 2022
Ketua Umum (Ketum) KONI DIY , Djoko Pekik Irianto dalam waktu dekat Pelti harus menghadapi sejumlah kegiatan penting untuk lingkup daerah di DIY atau di level nasional.
“Pertama-tama KONI DIY turut prihatin atas kejadian yang menimpa Ketum Pelti DIY, mudah-mudahan segera terselesaikan dengan baik kasusnya. Terkait untuk jalannya organisasi Pelti, kami harap Pengda bisa segera menyelesaikan masalah kevakuman Ketum, dengan pendekatan sesuai AD/ART Pelti, serta melaporkan dan berkonsultasi masalah ini ke pengurus pusat (PP) Pelti,” ujar Djoko, Kamis (9/6/2022).
Seusai mendapat ketua definitif, Pelti DIY diminta segera melakukan persiapan untuk menjadi pelaksana pertandingan di Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY.
"Selain Porda, persiapan menuju Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) juga harus disiapkan secepatnya. Untuk Pra PON, harapannya kita bisa tarik kembali atlet DIY yg membela daerah lain. Kemudian juga mengembalikan kepercayaan masyarakat tenis Indonesia dan PP Pelti kepada pelti DIY, agar kedepan DIY bisa kembali menjadi tuan rumah sejumlah ajang-ajang nasional atau bahkan internasional,” bebernya.
Dalam kesempatan terpisah, Kabid Organisasi KONI DIY, Nolik Maryono mengatakan dalam masa-masa saat ini koordinasi Pengda Pelti DIY dengan PP Pelti sangat penting sebagai salah satu media untuk mencari solusi ke depan.
Baca juga: Eril Ditemukan, Ridwan Kamil: Jenazah Eril Kembali ke Tanah Air Hari Minggu dan Dimakamkan Senin
“Yang terpenting adalah komunikasi dengan PP Pelti terlebih dahulu,” jelasnya.
Mengacu pada AD/ART KONI, sosok ketua dapat dilakukan penggantian jika meninggal dunia, mengundurkan diri, berhalangan tetap dan melanggar AD/ART organisasi.
“Saat ini kami berikan masukan dulu, untuk langkah selanjutnya pengurus Pengda Pelti yang ada bisa diskusi internal terlebih dahulu dan kemudian berkoordinasi ke PP Pelti. Semoga masukan ini bisa segera menyelesaikan persoalan internal Pelti DIY,” tandasnya. (tsf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)