Harga Bonsai dalam Pameran dan Kontes Bonsai Nasional di Magelang Capai Ratusan Juta Rupiah

Sebanyak 808 peserta mengikuti pameran dan kontes bonsai nasional 2022 yang di gelar di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur , Kabupaten Magelang

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Penampakan bonsai-bonsai dalam pameran dan kontes di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten, Magelang, Kamis (09/06/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebanyak 808 peserta mengikuti pameran dan kontes bonsai nasional 2022 yang di gelar di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur , Kabupaten Magelang , Kamis (09/06/2022).

Adapun kegiatan yang pameran dan kontes bonsai mengangkat tema 'Laras Roso Bhumi Syailendra'.

Andri Tofo, Ketua Panitia Kontes Bonsai Nasional 2022 di Magelang mengatakan, tema tersebut sebagai representasi dari bangunan bersejerah Candi Borobudur yang dibangun oleh Dinasti Syailendra.

Baca juga: Haryadi Suyuti Ditangkap KPK , Pengda Pelti DIY Harus Segera Cari Ketua Baru

"Di mana, Candi Borbudur menjadi tempat yang menggambarkan dan melambangkan pedamaian serta menjadi magnet pariwisata. Di situlah, mengapa kontes ini dibuat di kawasan Borobudur ," ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (09/06/2022).

Ia menambahkan, tahun ini kegiatan pameran dan kontes bonsai menjadi paling banyak diikuti peserta dibandingkan event lainnya.

Padahal di awal pihaknya hanya menargetkan sebanyak 750 peserta saja.

Adapun, bonsai yang dipamerkan dari berbagai jenis mulai dari Bonsai Serut, Bonsai Kemuning, Bonsai Beringin, Bonsai Juniper, dan lainnya. 

"Benar ini menjadi peserta yang paling banyak dari event yang pernah diselenggarakan. Peserta yang mengikuti pameran dan kontes bonsai berasal dari daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Memang tajuknya nasional namun hanya diikuti peserta dari pulau Jawa karena usai pandemi banyak kali event bersamaan, jadi kemungkinan yang dari Bali atau daerah lainnya memillih event yang lebih dekat," tuturnya.

Adapun, peserta kontes bonsai dibagi dalam tiga kategori yakni kelas utama, kelas prospek dan kelas madya.

Di mana, perbedaan kelas tersebut dilihat dari bentuk akar, batang, cabang, dan ranting. Semakin tinggi kelasnya maka penampilan bonsai semakin natural.

"Jadi, bonsai yang kelasnya tinggi akan diberi predikat dengan menyematkan bendera merah yang artinya baik sekali. Sedangkan, untuk kelas di bawahnya diberi bendera hijau atau baik. Untuk tingkatan kelas tertingi di bonsai itu kelas bintang. Namun, di Magelang kami belum mampu menyelenggarakannya," ucapnya.

Baca juga: Ungkapan Rasa Syukur Ridwan Kamil Setelah Jenazah Eril Ditemukan dan Kabar Rencana Pemakaman

Sementara itu, ia melanjutkan, bonsai-bonsai yang mengikuti kontes dan pameran sudah ada yang menawar dengan harga yang fantatis. Mulai dari harga Rp300 juta hingga Rp500 juta.

"Ya, sudah ada yang menawar beberapa bonsai tadi, tapi memang belum deal untuk harganya,"ujarnya.

Sementara itu, Totok salah seorang penikmat sekaligus penggemar bonsai mengaku senang diasakannya pameran dan kontes tersebut.

"Ya, saya jauh dari Kendal khusus melihat ini. Karena,  saya juga baru pemain pemula untuk bonsai  jadi sekalian belajar juga. Bonsai-bonsai yang mengikuti kontes ini sudah kelas berat semua jadi semuanya bagus," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved