Sebanyak 20 Desa di Kawasan Borobudur Mengikuti Pelatihan Penanaman hingga Pengolahan Pandan

Sebanyak 20 desa yang terletak di sekitar kawasan Candi Borobudur mengikuti pelatihan dari Balai Konservasi Borobudur (BKB) terkait penanaman

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Peserta pelatihan sedang melakukan proses derehi (pembuangan duri dari daun), Rabu (08/6/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebanyak 20 desa yang terletak di sekitar kawasan Candi Borobudur mengikuti pelatihan dari Balai Konservasi Borobudur (BKB) terkait penanaman hingga pengolahan pandan yang diperuntukkan sebagai bahan anyaman.

Nantinya dari pelatihan bahan anyaman ini, untuk membekali masyarakat dalam memproduksi Sandal Upanat .

Narasumber Pelatihan Bahan Pembuatan Sandal Upanat , Turino menuturkan, kegiatan pelatihan diikuti sebanyak 40 orang dari perwakilan 20 desa.

Baca juga: Hujan Angin Terjang Gunungkidul, Belasan Pohon Tumbang Hingga Genting Terbang

"Jadi setiap desa dikirimkan dua orang untuk mengikuti pelatihan yang berprofesi petani dan perajin. Kebetulan, hari ini yang terlibat 35 orang, lainnya izin," ujarnya saat memberika pelatihan di Balkondes Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang , Rabu (08/06/2022).

Ia menambahkan, pada pelatihan kali masih difokuskan cara memproses salah satu bahan Sandal Upanat yakni pandan.

Para peserta diajari mulai dari menanam, pembuangan duri dari daun pandan, pembelahan daun, hingga perebusan pandan.

Baca juga: Lantik Kepengurusan Baru, DPD Perwira DIY Komitmen Dorong UMKM Naik Kelas

"Untuk membuat Sandal belum sampai ke situ. Ini, masih proses bahannya jadi benar-benar dari awal. Tadi, sudah ada contoh sandalnya kira-kira 120 sentimeter anyaman daun pandan bisa membuat sekitar 6 pasang Sandal," ungkapnya.

Wagiati warga desa Wanurejo mengatakan, dirinya mengikuti pelatihan tersebut setelah diminta oleh BKB.

"Kebetulan saya memang perajin pandan kemarin diundang untuk mengikuti pelatihan ini. Belum tahu juga apakah nanti yang akan membuat sandal atau yang menyediakan bahan, belum ada informasin sejauh itu," ujarnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved