Berita Kriminal

Pernikahan di Kabupaten Maros Ini Berujung Pilu, Pengantin Pria Dijemput Polisi Setelah Ijab Kabul

Mempelai pria dengan inisial NS (32) itu pun harus berpisah dari istrinya sesaat setelah ijab kabul. 

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Kriminalitas 

TRIBUNJOGJA.COM - Pernikahan dua sejoli di Kabupaten Maros berujung sedih. Sesaat setelah mengucapkan ijab kabul, pengantin pria langsung dijemput tim reserse kriminal Polrestabes Makassar. 

ILUSTRASI pernikahan
ILUSTRASI pernikahan (trumpetandhorn.com via popbela.com)

Mempelai pria dengan inisial NS (32) itu pun harus berpisah dari istrinya sesaat setelah ijab kabul. 

Belakangan diketahui NS ternyata terlibat kasus pencurian besi proyek pembangunan di markas Polda Sulsel.

Tak bisa merayakan pesta pernikahannya, NS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di kantor polisi. 

Siapa sangka, uang hasil penjualan besi curian itu digunakan NS untuk biaya pernikahan dengan istrinya.

Kasubag Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando KS yang dikonfirmasi, Selasa (7/6/2022) mengatakan, NS ditangkap tim Reserse Kriminal Polsekta Biringkanaya setelah mencuri 63 batang besi proyek pembangunan di markas Polda Sulsel.

"Tersangka telah mencuri 63 batang besi untuk pembangunan Gedung Bhayangkari di markas Polda Sulsel, 28 Mei 2022. Pencurian 63 batang besi tersebut dilaporkan oleh kontraktor PT Harfiah yang mengerjakan proyek," katanya.

NS pun terpaksa harus berpisah dengan istrinya setelah ijab kabul di acara pernikahannya yang digelar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

NS ditangkap polisi setelah ijab kabul, karena telah mencuri besi proyek pembangunan di markas Polda Sulsel.

Lando mengungkapkan, tersangka NS ditangkap setelah menjalani ijab kabul di Kabupaten Maros.

Penangkapan terhadap NS tersebut setelah dilakukan penyelidikan pasca pencurian 63 batang besi di proyek pembangunan di markas Polda Sulsel.

"Iya, diamankan setelah ijab kabul di Maros," ungkapnya.

Lando membeberkan, tersangka NS mencuri 63 batang besi tersebut, karena sakit hati terhadap pemilik proyek setelah dipecat.

Hasil penjualan 63 batang besi tersebut digunakan tersangka untuk biaya nikah.

Selain tersangka NS, lanjut Lando, polisi juga menangkap penadah barang curian 63 besi tersebut berinisial KH (34).

"Korban melaporkan kasus pencurian itu, karena mengalami kerugian sebesar Rp 200 juta. Harga besinya Rp 6 ribu per kilo, dia jual sekitar Rp 7.000-an per kilo," ujarnya.

Lando menegaskan, tersangka NS ditahan di Polsekta Biringkanaya dan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

(*/ )

Artikel tayang di https://regional.kompas.com/read/2022/06/07/pencuri-besi-proyek-pembangunan-polda-sulsel-ditangkap-setelah-ijab-kabul.

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved