Pengamat Budaya UMY : Kenaikan Tarif Candi Borobudur Abaikan Psikologi Politik Masyarakat 

Prof. Dr. Tulus Warsito.,M.Si, menyebut wacana kenaikan harga Candi Borobudur mengabaikan psikologi politik masyarakat. 

TRIBUNJOGJA.COM
Ilustrasi wisatawan yang berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pakar Bidang Opini Publik dan Partai Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Prof. Dr. Tulus Warsito.,M.Si, menyebut wacana kenaikan harga Candi Borobudur mengabaikan psikologi politik masyarakat. 

Menurut dia, kenaikan harga tiket tergolong fantastis.

Alhasil wacana tersebut membuat geger masyarakat.

”Naiknya harga tiket yang fantastis dan membuat geger masyarakat ini kaitannya dengan etika politis kebijakan. Memang menjadi sangat problematis, karena tiba-tiba bisa naik drastis hingga Rp 750 ribu," katanya, Selasa (07/06/2022).

"Hal ini seolah-olah pemerintah atau siapapun yang memutuskan itu mengabaikan kondisi masyarakat. Walaupun hingga saat ini masih dikategorikan sebagai wacana,” sambung pengamat budaya UMY tersebut.

Baca juga: Wacana Kenaikan Harga Tiket Masuk Candi Borobudur, Ini Respon Pengamat Pariwisata UGM

Jika ingin tidak ada gelojak, lanjutnya, pemerintah harus memperhatikan kondisi masyarakat.

Namun apabila kondisi masyarakat tidak diperhatikan, hal tersebut dikatakan sebagai menyepelekan psikologi politik kebijakan umum.

Menyikapi hal tersebut, menurut Prof. Tulus seharusnya pemerintah tidak 100 persen berkuasa secara politik karena kepemilikan dan pemeliharaan juga kaitannya dengan UNESCO PBB. 

”Kalau kita berbuat objektif untuk menuju kebermanfaatan seharusnya dikonsolidasikan atau didiskusikan bersama bagaimana baiknya melalui diskusi kebudayaan," lanjutnya.

"Kenyataannya saat ini masih dalam wacana dan belum ada ketetapan tarif dan belum ada SOP teknisnya,” tutupnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved