Glorifikasi Tren Thrifting: Pedang Bermata Dua Dalam Isu Lingkungan

Toko pakaian bekas atau thrift shop yang menawarkan pakaian second-hand dengan harga miring semakin banyak dijumpai

Glorifikasi Tren Thrifting: Pedang Bermata Dua Dalam Isu Lingkungan
ist
Api Adyantari, S.A., M.B.A., Dosen Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

*Oleh: Api Adyantari, S.A., M.B.A., Dosen Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

TREN membeli pakaian bekas yang masih layak pakai atau yang dikenal dengan istilah thrifting, kembali naik daun beberapa tahun belakangan ini.

Toko pakaian bekas atau thrift shop yang menawarkan pakaian second-hand dengan harga miring semakin banyak dijumpai.

Thrift shop menjadi pilihan alternatif bagi konsumen yang ingin bergaya namun dengan budget terbatas.

Semakin canggihnya teknologi dan internet membuat thirft shop tidak hanya tersedia di toko fisik, tetapi juga di toko online.

Bahkan sekarang banyak diadakan acara festival thrift di berbagai kota besar di Indonesia sebagai wadah komunitas para penjual pakaian bekas.

Namun, karena kepopuleran thrift shop, kini yang memburu barang bekas tidak hanya yang ber-budget minim saja, konsumen menengah ke atas pun juga turut meramaikan.

Apalagi sejak munculnya gaya berpakaian vintage dan retro. Alhasil, harga barang bekas naik cukup signifikan.

Awalnya sepuluh hingga lima belas ribu, kini bisa naik hingga ratusan ribu per potong pakaian. Fenomena naiknya harga pakaian bekas ini berkaitan dengan menjamurnya online thrift shop.

Pedagang online membeli pakaian bekas dalam jumlah besar, biasanya dalam bentuk karungan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved