Mental Health Dalam Kuliah Daring

Selama Pandemi pembelajaran daring telah meluas di dunia pendidikan, baik di lingkup Pendidikan PAUD sampai Perguruan Tinggi, dalam rangka mengurangi

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Dosen STMM Yogyakarta Siti Sarifah 

Oleh :Siti Sarifah

Dosen STMM Yogyakarta

Selama Pandemi pembelajaran daring telah meluas di dunia pendidikan, baik di lingkup Pendidikan PAUD sampai Perguruan Tinggi, dalam rangka mengurangi penyebaran Covid-19.

Dosen STMM Yogyakarta Siti Sarifah menilai pembelajaran daring ini menimbulkan dampak positif dan dampak negatif bagi pelajar dan mahasiswa.

"Dampak positif ini seperti terbentuknya karakter mandiri, melek teknologi, pantang menyerah, tidak perlu untuk pergi ke kampus dan perkuliahan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, memiliki banyak waktu untuk mengerjakan tugas, meskipun untuk tugas kelompok akan mengalami kesulitan karena kendala jarak antara mahasiswa yang satu dengan yang lain untuk bertemu bersama-sama mengerjakan tugas tersebut," ujarnya.

Baca juga: UPDATE Transfer AC Milan: Berardi, De Ketelaere, Origi, Sanches, Botman & Zaniolo

Selain dampak positif, ada beberapa dampak negatif yang ditemui mahasiswa seperti jenuh, stress, mudah mengantuk, keefektifan belajar dan interaksi sosial yang kurang, adaptasi mahasiswa baru dengan lingkungan menjadi tidak ada, mahasiswa yang aktif dalam organisasi dapat terganggu dengan banyaknya tugas, sulit memahami materi/tidak mudah dicerna karena mahasiswa mudah untuk mengalihkan ke obyek yang lain.

"Ada mahasiswa yang cukup untuk berinteraksi dengan beberapa orang, tetapi ada yang ingin memiliki interaksi dengan banyak orang walaupun itu hanya sekedar bersenda gurau dan ketika pandemi ini mereka kehilangan momen-momen kecil tersebut, sehingga mereka merasa kesepian dan dapat menyebabkan stress, kalau hal ini berlangsung cukup lama dan mahasiswa tidak dapat mengatasi akan mempengaruhi kesehatan mental/mental health bagi mahasiswa,: urainya.

Ia menjelaskan, bawha menurut Daradjat dalam Fakhriyani (2019), kesehatan mental merupakan keharmonisan dalam kehidupan yang terwujud antara fungsi-fungsi jiwa, kemampuan menghadapi problematika yang dihadapi, serta mampu merasakan kebahagiaan, dan kemampuan dirinya secara positif.

Remaja merupakan golongan yang rentan mengalami gangguan mental dan perlu mendapatkan perhatian lebih, karena remaja merupakan aset negara dan generasi penerus bangsa.

Mahasiswa sering tidak memperhatikan kesehatan mental mereka karena hanya fokus pada tugas, organisasi, jadwal kuliah dan tuntutan-tuntutan yang diterima dari orang-orang di sekitarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved