Liga 1

PSS SLEMAN: Boaz Solossa Puji Tiga Sektor di Super Elja

Menurut Boaz, lini depan dan sektor sayap kanan kiri Super Elja memiliki masa depan cerah.

Tayang:
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
Dok PSS Sleman
Penyerang senior asal Papua, Boaz Salossa. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Boaz Solossa memberikan pujian untuk pemain di sejumlah sektor PSS Sleman.

Menurut eks striker Timnas Indonesia itu, lini depan dan sektor sayap kanan kiri Super Elja memiliki masa depan cerah.

PSS Sleman sebelumnya telah resmi mendapat jasa Boaz Solossa untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2022.

Penyerang yang kerap disapa Boci itu resmi diperkenalkan pada Senin (30/5/2022) sore lewat akun sosial media PSS Sleman.

Hadirnya Boaz diharapkan akan dapat menambah kedalaman skuad Super Elja khususnya di lini depan yang saat ini baru dihuni Hokky Caraka dan Saddam Emiruddin Gaffar.

Boaz Solossa resmi diperkenalkan sebagai penggawa baru Super Elja pada Senin (30/5/2022) sore melalui akun sosial media PSS Sleman.
Boaz Solossa resmi diperkenalkan sebagai penggawa baru Super Elja pada Senin (30/5/2022) sore melalui akun sosial media PSS Sleman. (dok.PSS Sleman)

Kedua pemain muda itu belum banyak turun di kompetisi resmi, bergabungnya itu sosok pemain senior seperti Boaz dapat mengangkat moral para pemain muda.

"Kehadiran saya di PSS bisa menjadi motivasi dan semangat lebih kepada adik-adik saya di sini agar PSS bisa berbicara lebih di tahun ini,” kata Boaz.

“Selain itu bisa memberikan motivasi kepada adik-adik agar bisa lebih berkembang tidak hanya di Sleman tapi hingga ke Timnas ke depannya.

Lebih lanjut, kedatangan Boaz bukan untuk meredam potensi pemain muda PSS yang belum punya banyak jam terbang.

Ia justru ingin berbagi pengalaman dengan pemain-pemain yang lebih muda ketika mengarungi kompetisi Liga 1.

"Kehadiran saya di tim ( PSS Sleman ) bukan untuk mematahkan potensi pemain muda,” katanya menambahkan.

“Saya bisa membagikan ilmu dan pengalaman yang saya dapat dari beberapa kali meraih prestasi di Liga Indonesia.

“Itu akan saya bagikan kepada adik-adik di Sleman,” kata Boci.

Boci mengakui jika tahun lalu saat dirinya melawan Super Elja kala berseragam Borneo FC, cukup terpukau dengan potensi pemain muda di PSS.

Penggawa PSS Sleman menjalani pemusatan latihan di kawasan Kaliurang, Sleman.
Penggawa PSS Sleman menjalani pemusatan latihan di kawasan Kaliurang, Sleman. (Dok PSS Sleman)

Kemudian Boaz menyebut ada potensi besar dalam skuad asuhan Seto Nurdiyantoro, khususnya di tiga sektor.

"Ketika saya bermain di Borneo FC kami sempat bertemu tim PSS dan kami kalah.

“Saya melihat banyak potensi pemain muda. Ada beberapa di posisi depan, wing kiri-kanan, mereka memiliki potensi yang sangat luar biasa.

Boaz Solossa soal Sleman Fans

Sementara itu, usia Boaz mungkin tak lagi muda, yakni 36 tahun, tetapi semangat dan fisik bomber andalan Timnas Indonesia ini tidak pernah surut.

Sehingga berlabuh di PSS Sleman menurutnya adalah keputusan yang tepat.

Apalagi ia mengetahui kultur sepak bola di Sleman cukup baik.

Memiliki suporternya yang fanatik dan militan, serta siap mendukung tim di mana saja, adalah salah satu yang ingin dirasakan Boaz musim ini.

Para pemain PSS saat menyapa salah satu kelompok suporter mereka, Brigata Curva Sud (BCS) usai pertandingan eksibisi melawan Bali United di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (20/12/2015) malam.
Para pemain PSS saat menyapa salah satu kelompok suporter mereka, Brigata Curva Sud (BCS) usai pertandingan eksibisi melawan Bali United di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (20/12/2015) malam. (Tribun Jogja/ Susilo Wahid)

"Saya terkesan dengan PSS yang punya suporter ( Sleman Fans ) yang fanatik, yaitu BCS dan Slemania.

“Seluruh masyarakat tahu, musim kemarin PSS hampir masuk ke jurang degradasi, puji Tuhan PSS bisa bertahan di Liga 1 karena dukungan fanatik yang sangat besar dari suporter yang luar biasa.

“Saya melihat sendiri kemana-mana PSS pergi mereka selalu setia mendampingi.

“Itu yang membuat kami semua pemain termotivasi lebih untuk membawa PSS menjadi lebih baik,” katanya.

Pria kelahiran Sorong ini memohon doa restu dan dukungan kepada suporter dan masyarakat Sleman untuk bertarung di kompetisi musim 2022 ini.

"Mohon doa restu dan dukungan dari seluruh masyarakat Sleman untuk menyatukan hati agar bisa membawa PSS Sleman lebih baik lagi,” ucap Boaz.

Adapun Boci melihat masyarakat Sleman menerima dengan baik orang-orang dari timur, khususnya Papua.

Sebagaimana diketahui, sebelum Boaz, dua pemain asal Papua, Rivaldo Ferre dan Marckho Sandy Meraudje sudah lebih dulu bergabung dengan Super Elja.

“Teman-teman suporter Sleman menerima baik masyarakat Papua yang berada di Sleman,” tuturnya.

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved