Ligue 1

INILAH Jagoan Lionel Messi untuk Menangkan Ballon d'Or 2022

Benzema mencetak 15 gol di Liga Champions, termasuk gol kemenangan di babak sistem gugur melawan PSG, Chelsea dan Manchester City.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Joko Widiyarso
GABRIEL BOUYS / AFP
Karim Benzema mencetak gol ketiga timnya di leg kedua semifinal Liga Champions antara Real Madrid vs Manchester City di stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 4 Mei 2022. 

TRIBUNJOGJA.COM - Lionel Messi mengatakan bahwa ia tidak ragu menjagokan penyerang Real Madrid, Karim Benzema, untuk memenangkan Ballon d'Or tahun ini setelah menang di final Liga Champions atas Liverpool.

Seperti diketahui, Bintang Paris Saint-Germain yang sebagian besar kariernya dihabiskan bersama Barcelona, merupakan seteru abadi dari Real Madrid yang diperkuat Benzema.

Kendati demikian, Messi tetap mengakui prestasi striker Prancis itu.

"Saya pikir tidak ada keraguan Benzema harus memenangkan Ballon d'Or," kata Messi kepada TyC Sports.

"Sangat jelas bahwa Benzema memiliki tahun yang spektakuler dan akhirnya mengangkat dirinya sendiri dengan Liga Champions, menjadi penting dari babak 16 besar dan seterusnya di semua pertandingan. Saya pikir tidak ada keraguan tahun ini."

Lionel Messi setelah dianugerahi penghargaan Ballon d'Or France Football 2021 di Theatre du Chatelet di Paris pada 29 November 2021.
Lionel Messi setelah dianugerahi penghargaan Ballon d'Or France Football 2021 di Theatre du Chatelet di Paris pada 29 November 2021. (FRANCK FIFE / AFPFRANCK FIFE / AFP)

Benzema mencetak 15 gol di Liga Champions, termasuk gol kemenangan di babak sistem gugur melawan PSG, Chelsea dan Manchester City.

Dia juga memenangkan La Liga dengan 27 gol dan 12 assist dalam kompetisi.

Merefleksikan musim 2021-22, itu merupakan debut yang sulit di PSG untuk pemain bintang Argentina, yang menerima cemoohan serta peluit dari penggemar selama pertandingan setelah klub tersingkir dari Liga Champions di tangan Real Madrid.

Tentang ejekan itu, dia berkata:

"Ini baru bagi saya, ini adalah situasi yang berbeda. Itu tidak pernah terjadi pada saya di Barcelona tetapi justru sebaliknya.

"Situasi orang-orang dan kemarahan untuk para pemain karena satu tahun lagi (tanpa gelar Liga Champions), kemarahan itu bisa dimengerti," pungkas dia. (tribunjogja.com/ han)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved