Gunung Merapi
UPDATE Gunung Merapi 30 Mei 2022: Keluarkan 10 Kali Guguran Lava Pijar, Jarak Luncur 1,8 Km
Gunung Merapi mengeluarkan 10 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter ke arah barat daya, Senin (30/5/2022).
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi mengeluarkan 10 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter ke arah barat daya, Senin (30/5/2022).
Hal itu terlihat dalam pengamatan selama enam jam oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ) mulai pukul 00.00-06.00 WIB.
Kepala BPPTKG , Hanik Humaida mengatakan, secara meteorologi, cuaca cerah dan berawan.
Baca juga: LIGA INGGRIS: Hari-hari Terakhir Marcos Alonso di Chelsea
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 13-18 °C, kelembaban udara 64-93 persen dan tekanan udara 759.2-918 mmHg.
“Secara visual, gunung jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 10-20 m di atas puncak kawah,” katanya.
Gempa guguran terjadi sebanyak 20 kali dengan amplitudo 3-19 mm berdurasi 27,7-130,7 detik.
Hybrid/fase banyak berjumlah dua kali dengan amplitudo 4-12 mm, S-P 0,4-0,5 detik, durasi 5-6,2 detik.
“Tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada di level III atau siaga,” katanya.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca juga: RAMALAN Nasib SHIO Hari Ini Senin 30 Mei 2022, Cari Tahu Keberuntungan Cinta, Karier dan Keluarga
Masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat juga diminta agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar gunung.
“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” bebernya. (ard)