MPR RI Apresiasi Peran Tapak Suci Dalam Menjaga Keutuhan NKRI
MPR RI mengapresiasi peran perguruan pencak silat Tapak Suci Putra Muhammadiyah dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. Bahkan, pera
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - MPR RI mengapresiasi peran perguruan pencak silat Tapak Suci Putra Muhammadiyah dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. Bahkan, peranan krusial tersebut, sudah diemban sejak era sebelum kemerdekaan.
Anggota MPR RI, M. Afnan Hadikusumo, menyampaikan, di era penjajahan, Belanda mengontrol ketat pengajaran pencak silat. Mereka takut jika pencak silat tersebar dan dapat digunakan sebagai alat perlawanan. Akibatnya, pencak silat diajarkan secara rahasia.
Baca juga: Sebanyak 159 PNS Pemkab Magelang Terima SK Pensiun
Akhirnya, berbagai cara untuk mengelabuhi penjajah pun ditempuh. Salah satunya, dengan mengajarkan pencak silat di kalangan masyarakat melalui kelompok budaya.
Pencak silat diajarkan secara melebur dengan berbagai macam latihan kesenian, semisal jathilan, ludruk, wayang orang, hingga ketoprak, yang di dalamnya mengandung unsur pertarungan.
"Berdirinya kelompok budaya yang melatih pencak silat memang diniatkan sebagai wadah pendadaran pemuda yang siap berjuang melawan penjajah," urainya di sela Sosialisasi Empat Pilar Bernegara bersama Pimpinan Pusat Tapak Suci, di Kantor Perwakilan DPD RI DIY, Kamis (26/5/2022).
Lantas, di era kemerdekaan, meski mengalami pembatasan dan tekanan sepanjang periode penjajahan, pencak silat tidak mati.
Ketika kemerdekaan yang dinanti itu datang, munculah inisiatif untuk menyatukan beragam aliran dan organisasi atau perguruan pencak silat di tanah air.
"Hampir setiap daerah mempunyai perguruan silat sendiri, dengan ciri khas, atau karakteristik jurus yang berbeda. Nah, pada 1950 di Yogyakarta, berdirilah IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) yang tadinya bernama IPPSI," jelas Afnan.
Hingga kini, lanjutnya, pencak silat terbukti ikut memainkan banyak peran dalam memberikan kontribusi bagi bangsa ini. Diantaranya, sebagai alat mempererat hubungan Indonesia dengan negara luar, yang dibuktikan dengan dibukanya 19 Perwakilan Wilayah di luar negeri oleh Tapak Suci.
"Selain itu, di mancanegara pencak silat juga dijadikan sebagai media pengenalan tradisi bangsa, alat diplomasi, bahkan ajang meraih prestasi melalui festival, kejuaraan dunia, pagelaran seni, dan sebagainya," katanya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olah Raga Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syukriyanto AR menuturkan, Tapak Suci sebagai organisasi otonom memiliki modal yang besar untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Bukan tanpa alasan, Tapak Suci memiliki keanggotaan dari berbagai lapisan masyarakat, dengan berbagai macam latar belakang agama, suku, ras, dan golongan, baik di Indonesia maupun di mancanegara.
Baca juga: Sejumlah Pendaki Terjebak dan Terluka di Pegunungan Alpen Swiss Akibat Lapisan Es yang Longsor
"Karena itu, ini selalu kita tekankan, ya, Tapak Suci sebagai putra Muhammadiyah, diharapkan menjadi ujung tombak dalam pembinaan Ideologi Pancasila," tegasnya.
Apalagi, empat tokoh Muhammadiyah, yakni Soekarno, Ki Bagoes Hadikusumo, Kasman Singodimejo, hingga Kahar Muzakir, ikut terlibat dalam pembahasan dan perancangan Pancasila yang akhirnya dipatok sebagai dasar negara.
"Dimana fungsinya merupakan pandangan hidup, ideologi negara, philosofische gronsdlag, jiwa dan kepribadian bangsa, serta pemersatu bangsa Indonesia," katanya. Baka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Anggota-MPR-RI-M-Afnan-Hadikusumo-di-sela-Sosialisasi.jpg)