Kualitas Udara di Kota Yogyakarta Tetap Hijau Meski Mobilitas Kendaraan Bermotor Melonjak

Selain tidak adanya pabrik yang bercokol di Kota Yogya, terjaganya kualitas udara sedikit banyak dipengaruhi juga oleh faktor cuaca.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Kepadatan lalu lintas di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Kamis (26/5/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepadatan lalu lintas kembali marak dijumpai di Kota Yogyakarta, seiring pelonggaran protokol kesehatan Covid-19 dan beberapa libur panjang.

Meski demikian, fenomena itu tidak terlalu mempengaruhi kualitas udara di Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakata, Sugeng Darmanto, mengungkapkan kualitas udara memang sangat dipengaruhi mobilitas kendaraan bermotor. Meski demikian, sampai sejauh ini, ia tak melihat gejala perburukan.

Padahal, khalayak masyarakat dapat melihat bagaimana padatnya kota pelajar setiap akhir pekan.

Ragam kendaraan dari luar daerah, baik berukuran kecil, hingga besar, seakan tak terbendung lagi untuk mengangkut ribuan turis. 

"Kalau di Kota Yogya, yang mempengaruhi kualitas udara memang kendaraan bermotor, karena nggak ada pabrik. Tapi, sekarang maih hijau," urainya, Kamis (26/5/2022).

Dijelaskannya, kualitas udara Kota Yogyakarta dipantau secara real time, melalui alat penghitungan kadar senyawa yang ditempatkan di depan kantor DLH. Hasil perhitungan,  dapat disaksikan melalui layar monitor ukuran besar.

"Nah, dari kadar senyawa yang tercatat, ditransfer dalam bentuk angka. Ini kan real time, hasilnya masih dalam taraf aman. Sehingga, masih hijau itu, ya," cetus Sugeng.

Selain tidak adanya pabrik yang bercokol di Kota Yogya, terjaganya kualitas udara sedikit banyak dipengaruhi juga oleh faktor cuaca.

Hujan dengan intensitas sedang, maupun tinggi, disebut cukup memberikan sumbangsih.

"Beberapa waktu terakhir kan hujan sering turun di Kota Yogya. Itu cukup mempengaruhi kualitas udara, ya, karena polusi, atau karbonmonoksida yang berterbangan di udara terikat oleh air hujan yang jatuh dari atas," ujarnya.

Walau begitu, DLH tetap melangsungkan berbagai upaya, untuk menjaga kualitas udara di Kota Yogyakarta, agar bisa konsisten di kategori apik. Salah satunya, dengan perluasan ruang terbuka hijau publik di lingkungan penduduk.

Beberapa lahan milik Pemkot Yogyakarta yang kini belum dimanfaatkan, coba disulap sebagai area penghijauan.

Tapi, dalam program ini, pihaknya bakal menggandeng warga masyarakat setempat, guna mendorong kepedulian.

"Tapi, sejak Covid-19 melanda itu warga semakin gencar menanam pohon dan tumbuhan di lingkungannya. Bahkan, itu menjadi semacam hobi baru, yang turut mempengaruhi hijaunya kualitas udara di kota," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved