BMKG Prediksi Wilayah DIY Akan Alami Kemarau Basah Hingga Agustus 2022, Ini Penyebabnya

Kondisi tersebut membuat musim kemarau kali ini bakal diiringi turunnya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

TRIBUNJOGJA.COM/ Alexander Ermando
Hujan deras yang mengguyur jalanan Kota Wonosari, Gunungkidul belum lama ini. BPBD setempat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaannya menghadapi potensi cuaca ekstrem. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprediksi mengalami kemarau basah hingga pertengahan tahun ini.

Kondisi tersebut membuat musim kemarau kali ini bakal diiringi turunnya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Kepala Stasiun Klimatologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan kemarau basah dipicu oleh fenomena iklim La Nina dengan katagori sedang pada musim kemarau sepanjang Juni hingga Agustus 2022.

"Diprakirakan untuk tiga bulan kedepan yaitu pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2022, curah hujan dengan kriteria rendah menengah umumnya berkisar 0 – 150 mm/bulan," terang Reni, Rabu (25/5/2022).

La Nina dengan kecenderungan kategori moderate berangsur melemah sampai dengan September 2022 dan La Nina  dalam kategori lemah ke netral akan berlangsung pada bulan Oktober-Desember 2022.

Sedangkan untuk IOD (Indian Ocean Dipole) menunjukkan kecenderungan ke arah IOD negatif yang berdampak pada penambahan suplai uap air yang diprediksikan sampai dengan bulan Agustus 2022.

"Anomali suhu permukaan laut di Samudera Hindia Selatan Jawa (hangat) dengan anomali suhu 0.5 ᵒC sd 1.0 ᵒC, diprediksikan anomali hangat ini tetap berlangsung sampai dengan bulan September 2022," katanya.  

Dengan melihat beberapa unsur dari kondisi dinamika atmosfer-laut, mengindikasikan akan berdampak pada potensi penambahan curah hujan pada periode awal musim kemarau hingga selama periode musim kemarau dengan kriteria curah hujan rendah hingga menengah dengan sifat hujan atas normal atau lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-ratanya.  

BMKG kemudian mengimbau masyarakat untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau basah terutama kepada para petani supaya mulai mempersiapkan pola tanam yang sesuai kondisi tersebut agar tidak mengalami gagal panen.

"Kepada pihak terkait diimbau untuk mewaspadai potensi kekeringan meteorologis pada saat puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli-Agustus 2022," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved