Kasus Covid-19 di Sleman Melandai, BPBD Catat ada 9 Pemulasaran dan Pemakaman Pada Mei 2022

Penularan kasus Covid-19 di Sleman terus melandai. Gedung Isolasi terpusat (Isoter) di Asrama Haji maupun Rusunawa Gemawang

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penularan kasus Covid-19 di Sleman terus melandai. Gedung Isolasi terpusat (Isoter) di Asrama Haji maupun Rusunawa Gemawang yang biasa digunakan untuk menampung pasien tanpa gejala sudah cukup lama kosong.

Posko Dekontaminasi BPBD Sleman juga sudah semakin jarang melakukan pemulasaran dan pemakaman pasien Covid-19

"Pemulasaran dan pemakaman sekarang sudah sangat jarang. Bulan Mei ini cuma ada 9. Semua di rumah sakit. Tidak ada yang di rumah," kata Makwan, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, sekaligus satgas covid-19 Kabupaten Sleman yang menangani Isoter, Selasa (24/5/2022). 

Baca juga: Tenggelam di Embung UII, Pemuda Asal Kendari Meninggal Dunia 

Kondisi saat ini berbeda dibanding bulan Maret lalu yang ada ratusan pemakaman dalam sebulan. Makwan mengungkapkan, situasi perkembangan Covid-19 dalam sebulan terakhir akan terus dicermati.

Jika pasca lebaran Idulfitri maupun libur panjang hari raya Waisak tidak terjadi lonjakan kasus, maka Covid-19 memang sudah melandai.

Gedung Isoter Asrama Haji dan Posko Dekontaminasi bahkan rencananya, jika kasus terus melandai, akan ditutup pada akhir bulan Juni mendatang. 

Pemkab Sleman nantinya hanya akan menyiagakan isoter Rusunawa Gemawang yang kontraknya habis pada akhir tahun mendatang. 

"(Penggunaan) Isoter Asrama haji MoU dengan Kemenag sampai akhir Juni. Sementara, di Rusunawa Gemawang sampai akhir tahun. Covid-19 memang sekarang melandai. Tetapi, DIY kan masih PPKM level II. Kita akan melihat satu bulan setelah mudik. Jika tidak ada lonjakan kasus, maka memang benar-benar sudah melandai dan Isoter Asrama Haji akan ditutup di akhir bulan Juni," kata Makwan. 

Data Dinas kesehatan Sleman menyebutkan total kasus konformasi Covid-19 di Kabupaten Sleman per-23 Mei berjumlah 79,908 orang.

Dari jumlah tersebut, 76,199 sembuh dan 2,680 meninggal dunia. Adapun kasus aktif masih ada 29 orang. Di mana 20 orang dirawat di RS dan 9 menjalani isolasi mandiri (Isoman). 

Baca juga: Curhat Kiper Ega Rizky Soal Kembalinya Seto Nurdiyantoro ke PSS Sleman

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama menegaskan, kasus Covid-19 di Bumi Sembada saat ini memang terus melandai.

Bahkan posko Dekontaminasi dan Isoter Asrama Haji dimungkinkan akan ditutup akhir Juni. Kendati demikian, bed di rumah sakit masih akan tetap disiapkan. 

"Kami berharap mudah-mudahan tidak terjadi lonjakan lagi. Yang kami khawatirkan, tiga pekan setelah lebaran terjadi lonjakan lagi. Tapi, Alhamdulillah, sampai sekarang masih landai," kata Cahya.

Meski telah melandai, program penyuntikan booster masih terus berjalan. Tetapi tanpa target prosentase. Penyuntikan vaksin dosis ketiga ini untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan munculnya varian-varian virus baru. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved