Gaspol

Chopper Yamaha XSR 155 'Pancaka' Usung Modif Tribute to Covid-19

ERA pandemi yang ditandai berkurangnya berbagai kegiatan secara drastis dan diam ‘di rumah aja’, berangsur reda.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO/ISTIMEWA
Chopper Yamaha XSR 155 'Pancaka' garapan Disaster 13. 

ERA pandemi yang ditandai berkurangnya berbagai kegiatan secara drastis dan diam ‘di rumah aja’, berangsur reda. Kekhawatiran terhadap penularan virus Covid-19 seolah mulai pudar seiring munculnya lagi berbagai kegiatan, setelah dua tahun terakhir ketat dibatasi.

Membuka lembaran baru pascapandemi, bengkel kustom Disaster 13 mengusung konsep 'Tribute to Covid-19' pada motor kustom Yamaha XSR 155 garapannya. Ya, motor ini didedikasikan untuk para korban meninggal di Indonesia akibat Covid-19, juga harapan agar pandemi yang telah menjadi malapetaka global, bukan berdampak pada kesehatan, melainkan juga ekonomi, sosial, benar-benar segera usai 'terkubur dalam'.

Mengusung genre chopper, Yamaha XSR yang diberi nama 'Pancaka' ini sangat unik. Apabila dilihat dari sisi atas, bentuk tangkinya diubah layaknya sebuah peti mati.

"Pesannya, mari kita kubur Covid-19 yang sudah berlangsung dua tahun ini. Semoga tahun ini kita sudah tak perlu lagi menggunakan masker, kehidupan berjalan normal lagi, sama sediakala, bisa bertemu teman-teman pecinta kustom dari seluruh Indonesia," jelas custom builder Disaster 13, Denny Andrean di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

"Ini akan menjadi satu-satunya XSR 155 chopper dengan konsep ini dari bengkel saya, tak akan dibuat lagi sebagai apresiasi berkolaborasi dalam program Yamaha Yard Built," kata pria yang akrab disapa Jandro ini .

Custom builder asal Semarang ini mengungkapkan, nama Pancaka yang disematkan pada Chopper Yamaha XSR garapannya bermakna api pembakar. "Lebih dalam bermakna agar tetap menyala dan membakar setiap yang sudah redup dalam hal positif," jelas Jandro yang telah menekuni utak-atik motor sejak sekolah di bangku SMK di Kota Semarang ini.

Jandro tak memungkiri, Yamaha XSR 155 garapannya juga tak pas 100 persen apabila disebut mengusung genre chopper. Sebab, chopper umumnya menggunakan rigid frame dan tanpa menggunakan suspensi belakang.

Tentang Lakukan Perubahan
Ia mengaku tertantang untuk melakukan perubahan pada XSR 155 dengan gaya genre chopper, sehingga membutuhkan perubahan yang terbilang cukup ekstrem. "Inspirasinya juga datang dari motor-motor kustom di Jepang era 70-90-an, yang menggunakan suspensi depan tinggi atau long fork sedangkan suspensi belakangnya pendek," jelasnya.

Benar saja, tampilan Yamaha XSR 155 garapan Disaster 13 ini berubah drastis, bahkan diakui Jandro, yang ia pertahankan hanyalah bagian mesin dan sasis deltabox bawaan pabrik. Yamaha XSR 155 ini dibuat tampil "dongak" dengan garpu depan panjang. Agar proporsinya pas, bentuk tangki dibuat tipis dan memanjang.

Berpadu manis dengan jok model tandem. Desain keseluruhan menjalar ke spakbor belakang dengan ujung naik ala duck tail. "Untuk part bawaan motor bisa dikatakan tak ada lagi, kecuali mesin dan sasis deltabox. Untuk sasis dari subframe sampai ke bagian belakang handmade," lanjut Jandro.

Tak kalah mencuri perhatian ialah penggunakan pelek bentuk bintang dan meski bergenre chopper, Jandro memilih memakai ban tapak kasar buat off road. Proporsi motor ini dibangun agar mudah dipergunakan sehari-hari.

"Pelek saya menggunakan aftermarket dari Jepang, bagian depan ring 19 sedangkan belakang ring 18. Sedangkan ban depan-belakang menggunakan Shinko," ujar Jandro.

Disinggung soal biaya yang harus dikeluarkan untuk meng-kustom Yamaha XSR 155 ini, Jandro enggan mengungkapkan secara rinci.

"Sejak awal progres pembuatan motor ini, banyak sekali pertanyaan habis berapa biaya yang dikeluarkan. Lantaran ini motor kolaborasi Disaster 13 dengan Yamaha, kita hanya buat motor ini layaknya karya seni yang hanya terlahir satu. Kalau untuk biaya membangun motor ini, ya mungkin 11-12 dengan harga motornya," tandas Jandro. (han)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved