Chopper Yamaha XSR 155 'Pancaka': Tribute to Covid-19, Bentuk Tangki Menyerupai Peti Mati

Era pandemi yang ditandai dengan berkurangnya berbagai kegiatan secara drastis dan diam ”di rumah aja”, berangsur reda. Kekhawatiran terhadap penulara

Dok Disaster 13
Chopper Yamaha XSR 155 'Pancaka' garapan Disaster 13. 

TRIBUNJOGJA.COM - Era pandemi yang ditandai dengan berkurangnya berbagai kegiatan secara drastis dan diam ”di rumah aja”, berangsur reda.

Kekhawatiran terhadap penularan Covid-19 seolah mulai pudar dengan munculnya lagi berbagai kegiatan, setelah dua tahun terakhir ketat dibatasi.

Membuka lembaran baru pascapandemi mereda, bengkel kustom Disaster 13 mengusung konsep 'Tribute to Covid-19' pada motor kustom Yamaha XSR 155 garapannya.

Ya, motor ini didedikasikan untuk para korban meninggal di Indonesia akibat Covid-19, juga harapan agar pandemi yang telah menjadi malapetaka global, bukan berdampak ke kesehatan, melainkan juga ekonomi, sosial, benar-benar segera usai 'terkubur dalam'.

Baca juga: INFO Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Hari Ini Sabtu 21 Mei 2022

Mengusung genre chopper, Yamaha XSR yang diberi nama 'Pancaka' ini sangat unik. Apabila dilihat dari sisi atas, bentuk tangkinya diubah layaknya sebuah peti mati.

"Pesannya mari kita kubur Covid-19 yang sudah berlangsung dua tahun ini. Semoga tahun ini kita sudah tak perlu lagi menggunakan masker, kehidupan kembali berjalan normal seperti sediakala, bisa bertemu teman-teman pecinta kustom dari seluruh Indonesia," jelas kustom builder Disaster 13, Denny Andrean atau yang akrab disapa Jandro ini di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

"Ini akan menjadi satu-satunya XSR 155 chopper dengan konsep ini dari bengkel saya, tidak akan dibuat lagi sebagai apresiasi berkolaborasi dalam program Yamaha Yard Built," katanya.

Kustom builder asal Semarang ini mengungkapkan nama 'Pancaka' yang disematkan pada Chopper Yamaha XSR garapannya bermakna api pembakar.

"Lebih dalam bermakna agar tetap menyala dan membakar setiap yang sudah redup dalam hal positif," jelas Jandro yang telah menekuni utak-atik motor sejak sekolah di bangku SMK di Kota Semarang ini.

Jandro tak memungkiri, Yamaha XSR 155 garapannya juga tidak pas 100 persen apabila disebut mengusung genre chopper. Sebab, chopper umumnya menggunakan rigid frame dan tanpa menggunakan suspensi belakang. Di sisi lain, ia mengaku tertantang untuk melakukan perubahan pada XSR 155 dengan gaya genre chopper, sehingga membutuhkan perubahan yang terbilang cukup ekstrem.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved