Kisah Pencuri Minta Tebusan, Ponsel Dikembalikan Asalkan Mau Berhubungan Badan

kejadian itu bermula ketika A diajak bermain ke rumah temannya berinisial T dikawasan Tegalrejo Kota Yogyakarta

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Iwan Al Khasni
IST
Ilustrasi- pelajar berinisial A asal Jetis, Kota Yogyakarta dipaksa berhubungan intim dengan seorang mahasiswa (27) bernama Ivul Mahendra Putra alias Ipul. 

Tribunjogja.com Yogyakarta - Seorang pelajar berinisial A asal Jetis, Kota Yogyakarta dipaksa berhubungan intim dengan seorang mahasiswa (27) bernama Ivul Mahendra Putra alias Ipul.

Kamis malam (3/3/2022) silam sekitar pukul 04.00 WIB menjadi malam yang kelam dan sulit dilupakan oleh A.

Bagaimana tidak, gadis berusia 14 tahun itu dipaksa oleh seorang laki-laki untuk berhuhungan intim.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta AKP Timbul Sasana Raharja mengatakan, kejadian itu bermula ketika A diajak bermain ke rumah temannya berinisial T dikawasan Tegalrejo Kota Yogyakarta pada Rabu (2/3/2022) malam.

Ilustrasi
Ilustrasi (Ye Aung THU / AFP)

Asyik mengobrol dengan temannya, A kemudian terlelap di rumah T.

A tertidur cukup lama, kemudian Kamis dini hari ia terbangun.

Saat terbangun, ia mencari handphone yang diletakan didekat tempat tidurnya.

"Korban berusaha mencari HP miliknaya."

"Namun tidak diketemukan dan kemudian terlapor (Ipul) datang dan mengajak korban ke lapangan tenis Diponegoro," katanya, Selasa (17/3/2022).

Rupanya kedatangan Ipul saat itu menjadi awal ketakutan A pada malam itu.

Sebab telefon genggam yang dicarinya ada ditangan Ipul.

Ia pun diminta menuruti perkataan Ipul untuk mengikutinya ke lapangan tenis Diponegoro.

"Sesampainya diapangan tenis, pelaku berkata apabila ingin hpnya kembali, korban harus mau diajak berhubungan intim dengan pelaku."

"Dia (pelaku) sembari meunjukan Hp milik korban," ujarnya.

Timbul menambahkan, korban yang seorang remaja hanya bisa meringik ketakutan.

Dia menangis kebingungan.

"Karena ketakutan akhirnya korban merelakan Hp miliknya. Ia pulang ke rumahnya dan melaporkan kejadian tersebut ke orang tuanya."

"Selanjutnya korban dan orang tuanya melaporkan hal tesebut ke Polsek Tegalrejo guna proses hukum selanjutnya," imbuhnya.

Ilustrasi:
Ilustrasi: (Polri.go.id)

Berdasarkan laporan itu, polisi langsung bergegas untuk mencari keberadaan pelaku.

Rumah pelaku yang berada di kawasan Tegalrejo, Kota Yogyakarta turut disambangi oleh Polisi.

Namun saat itu, pelaku tidak sedang berada di rumah.

Dari hasil penyelidikan, pelaku ternyata juga nyambi bekerja sebagai sopir jasa ekspedisi.

"Dia sebagai sopir ekspedisi, setelah bekerjasama dengan perusahaannya, polisi berhasil mengamankan pelaku. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolsek Tegalrejo," jelas Timbul.

Barang bukti Handphone merk Realme seharga Rp2.7 juta rupiah disita sebagai barang bukti.

Proses hukum kasus itu itu pun masih terus berlanjut sampai dengan sekarang. ( Tribunjogja.com | Hda )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved