Kota Magelang

Hukuman untuk Tiga Pelaku Vandalisme di Kota Magelang, Langgar Pasal 13 Ayat (b)

tiga pelaku terkait vandalisme pada sebuah mural yang berada di dekat Traffic Light Jalan Kalimas, Menowo Kel. Kedungsari

Tribunjogja.com | Nanda Sagita Ginting
Ketiga pelaku saat dihadirkan pada pers rilis Polres Kota Magelang,Senin (17/05/2022) 

Padahal sebelum dirusak, mural yang divisualkan dengan gambar para tokoh-tokoh kuno Punakawan yakni Semar dan ketiga anaknya, yaitu Gareng, Petruk, dan Bagong memiliki sarat makna.

Di mana, karakter wayang itu tampak memberikan bingkisan (bantuan) kepada dua orang anak dengan memakai pakaian sekolah dasar (SD). Arti gambar tersebut pun, diperjelas dengan tulisan pada bagian sudut mural 'Anak Yatim Piatu Tidak Meminta Tapi Kita Wajib Peduli!!'

Dewan Kesenian Kota Magelang turut angka bicara terkait persoalan aksi vandalisme pada mural yang berada di dekat lampu merah Menowo sekitar Jalan Ahmad Yani, Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Ketua Dewan Kesenian, Muhammad Nafi mengatakan, dilihat dari genre dan lukisannya kerusakan mural dilakukan oleh perupa street art bergenre gravity.

"Terlihat dari font yang digunakan. Bisa jadi bukan aksi vandalisme yang sering membubuhkan identitas kelompoknya,"ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (11/05/2022).

Meneropong dari kejadian ini agar tidak terulang lagi, selaku yang membawahi Dewan Kesenian Kota Magelang.

Ia mengatakan, perlu ada kesepakan bersama antar pelaku seni rupa di Kota Magelang.

Meliputi aturan durasi berapa lama seni bisa dipertahankan sehingga perlu perbaikan atau pembaharuan secara berkala.

"Lainnya, perlu aturan bagaimana agar pelaku seni rupa bisa bersaing secara positif. Karena, selama ini dari dulu sering menumpuki karya satu sama lainnya yang didasari alasan eksistensial antar kelompok,"tambahnya.

Semetara itu, menanggapi persoalan yang ramai dibicarakan khalayak Magelang terkait penumpukan mural dengan karya graviti yang terjadi di Menowo.

Pihaknya, melakukan sifat responsif dengan menanyakan ke pihak berwenang dalam hal ini Polres Magelang Kota dan Dinas Perhubungan Kota Magelang.

"Kami sudah tanyakan apakah diperkenankan untuk melihat CCTV. Saya rasa perlu kesadaran semua pihak dan mengedapankan kepentingan bersama daripada ego kelompok. Serta, atas kejadian ini bisa diambil pelajaran,"urainya. ( Tribunjogja.com | Nanda Sagita )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved