Kota Magelang

Hukuman untuk Tiga Pelaku Vandalisme di Kota Magelang, Langgar Pasal 13 Ayat (b)

tiga pelaku terkait vandalisme pada sebuah mural yang berada di dekat Traffic Light Jalan Kalimas, Menowo Kel. Kedungsari

Tribunjogja.com | Nanda Sagita Ginting
Ketiga pelaku saat dihadirkan pada pers rilis Polres Kota Magelang,Senin (17/05/2022) 

Tribunjogja.com Magelang - Polres Magelang Kota menangkap tiga pelaku terkait vandalisme pada sebuah mural yang berada di dekat Traffic Light Jalan Kalimas, Menowo Kel. Kedungsari Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang.

Penampakan mural yang sudah dirusak aksi vandalisme , di dekat lampu merah Menowo sekitar Jalan Ahmad Yani, Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Rabu (11/05/2022)
Penampakan mural yang sudah dirusak aksi vandalisme , di dekat lampu merah Menowo sekitar Jalan Ahmad Yani, Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Rabu (11/05/2022) (TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita)

Adapun ketiga pelaku yakni, PS alias Pablo (27) warga Mertoyudan Kabupaten Magelang , AB alias Kemo (27) warga Kota Magelang , dan GP alias Bagor (29) warga Kota Magelang .

Kapolres Magelang Kota, AKBP Yolanda E. Sebayang mengatakan, ketiga pelaku berhasil diamankan setelah mencari rekaman CCTV di sekitar TKP maupun jalan yang diduga dilewati terduga pelaku.

"Kemudian dari hasil penyelidikan mendapatkan petunjuk bahwa pelaku adalah 3 orang tersebut. Kemudian dilakukan klarifikasi terhadap pelaku dan mengakui yang telah melakukan vandalisme tersebut,"ujarnya saat pers rilis di Aula Mako Polres Kota Magelang, Selasa (17/05/2022).

Adapun kronologi, perusakan mural atau disebut vandalisme yang sempat menghebohkan warga Kota Magelang yakni terjadi pada Senin, 09 Mei 2022 sekira pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 01.18 WIB.

Polres Magelang Kota mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa adanya vandalisme.

"Ya, saya juga mengetahui dari pesan di media sosial pribadi yang dikirimkan oleh warga Kota Magelang. Terus terang, saya apresiasi dengan tindakan tersebut karena kami (pihak kepolisian) tidak bisa 24 jam memantau terus kegiatan di masyarakat,"ucapnya.

Pihak kepolisian pun berhasil mengamankan barang bukti berupa, 5 buah botol cat pilok bekas dengan berbagai warna, 2 buah kaleng cat warna merah muda, dan 1 buah kuas.

Atas tindakannya tersebut, ketiga pelaku dikenai Pasal 13 Ayat (b) Perda Kota Magelang No. 6 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum (Tibum).

Ketiga pelaku saat dihadirkan pada pers rilis Polres Kota Magelang,Senin (17/05/2022)
Ketiga pelaku saat dihadirkan pada pers rilis Polres Kota Magelang,Senin (17/05/2022) (TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita)

Dengan bunyi “setiap orang dan/ atau badan dilarang melakukan aktifitas coret-coret, vandalisme dan/ atau pengotoran dengan menggunakan cat, zat warna dan sejenisnya pada : bangunan milik perorangan atau badan tanpa seijin pemilik bangunan”.

"Ketiga pelaku dikenai tindak pidana ringan (tipiring). Sehingga, pelaku tidak dilakukan penahanan namun diharuskan wajib lapor,"urainya.

Diberitakan sebelumnya, Seni mural hasil karya dua seniman Magelang yakni Tomi dan Subki dirusak oleh orang tak bertanggung jawab yang menjurus pada tindakan vandalisme.

Aksi ini pun, sempat ramai diperbincangkan diberbagai platform media sosial warga Magelang.

Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com di lokasi, Rabu (11/05/2022). Mural yang berlokasi di dekat lampu merah Menowo sekitar Jalan Ahmad Yani, Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Kini, sudah tak indah lagi dipandang karena tertutupi tulisan yang tidak mengandung makna.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved