Wisatawan Takjub Malioboro Kini Lebih Indah dan Rapi

Malioboro menjadi jujukan wisatawan ketika berkunjung ke DIY. Termasuk kala momen Lebaran, Malioboro selalu penuh sesak oleh pengunjung.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Tribunjogja / Yuwantoro Winduajie
Suasana di kawasan Malioboro Kota Yogyakarta Sabtu (30/4/2022) 

Malioboro menjadi jujukan wisatawan ketika berkunjung ke DIY. Termasuk kala momen Lebaran, Malioboro selalu penuh sesak oleh pengunjung. Seperti halnya pada libur Idulfitri 1443 Hijriah.

DI sepanjang Malioboro terdapat aneka tempat kuliner, toko cenderamata, pakaian, hingga pernak-pernik lain. Saat ke Malioboro, pengunjung merasa tidak lengkap apabila tidak membeli barang maupun mencicipi jajanan yang ada.

Aisyah (36), misalnya, memanfaatkan waktu bertandang ke ikon DIY tersebut untuk mencicipi berbagai makanan dan membeli oleh-oleh. Padahal, bukan baru sekali kala libur Idulfitri 1443 Hijriah, ia sudah kerap berkunjung ke Malioboro.

Aisyah adalah warga Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ia berlibur di DIY bersama keluarga ketika momen Lebaran 2022 tiba. Menurutnya, Malioboro tak menawarkan kuliner dan oleh-oleh saja, tetapi juga suasana.

“Malioboro selalu menjadi tujuan utama saya dan keluarga. Udara sejuk dan suasana nyaman di Malioboro membuat kami kangen. Apalagi, sekarang Malioboro tampil dengan wajah berbeda. Lebih indah dan rapi,” katanya, Jumat (6/5/2022).

Aisyah mengaku kaget dan takjub dengan kondisi Malioboro saat ini. Maklum, sudah dua tahun sejak pandemi Covid-19, ia tidak menyempatkan jalan-jalan ke sana. Padahal, sebelum virus corona menyerang, ia setiap tahun ke Malioboro.

“Sedih, dua tahun pandemi Covid-19, saya tidak bisa berkunjung ke Malioboro. Kini, rasa sedih itu terbayarkan. Saya bersama keluarga bisa kembali berkunjung ke Malioboro. Ternyata, wajah Malioboro benar-benar sudah beda,” imbuhnya.

Pada kunjungan kali ini ke Malioboro, Aisyah membeli beberapa bakpia sebagai oleh-oleh. Ia menyatakan belum puas menikmati Malioboro. Namun, ia terpaksa merelakan diri. Sebab, ia harus pulang ke Jakarta pada Jumat malam.

Kebanjiran pesanan


Bukti Malioboro benar-benar menjadi magnet kuat bagi para wisatawan dan membawa berkah dirasakan oleh para kusir andong. Satu di antaranya Dimas Hendri Setiawan (22), kusir andong asal Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Pada libur Idulfitri 1443 Hijriah, ia pantas mengucap syukur karena mendapatkan penumpang lebih banyak daripada hari biasa. Jika hari biasa hanya maksimal dua tarikan, pada libur Lebaran tahun ini ia bisa mendapatkan enam orderan.

Baca juga: Liburan Idulfitri 2022, Kusir Andong di Malioboro Kebanjiran Pesanan Penumpang

“Tak jarang, pada hari biasa, saya tidak mendapatkan satu pun penumpang. Bahkan, ketika awal terjadi pandemi Covid-19, saya jarang narik. Pun saat memutuskan narik di Malioboro, saya kerap tidak mendapatkan penumpang,” tutur Dimas.

Berbeda, sejak hari ketiga Idulfitri 1443 Hijriah, ia memperoleh banyak penumpang. Rata-rata, per hari, ia bisa enam tarikan. Setiap menerima orderan, ia bisa memakan waktu kurang lebih satu jam untuk membawa penumpang keliling.

“Ongkos keliling Malioboro menggunakan andong sebesar Rp150 ribu. Ongkos bisa lebih besar kalau penumpang menginginkan jarak tempuh lebih jauh. Setiap hari, saya mangkal selama tujuh jam, yakni pukul 15.00 sampai 22.00,” ujar Dimas.

Ia dan para kusir andong merasa senang melihat wisatawan di Malioboro membeludak saat libur Idulfitri 1443 Hijriah. Ia pun berharap atmosfer wisata di Malioboro kembali menggeliat setelah dua tahun terdampak Covid-19. (Neti Istimewa Rukmana)

Berita selengkapnya baca koran Tribun Jogja edisi Sabtu 7 Mei 2022 halaman 01

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved