Wisatawan Diminta Tidak Lewat Jalur Cinomati Bantul DI Yogyakarta

Cinomati merupakan jalur alternatif untuk menuju ke berbagai lokasi wisata di Kapanewon Dlingo, namun jalur ini memiliki karakteristik terjal berupa j

Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
DOK IST
Papan peringatan untuk wisatawan agar tidak melewati jalur Cinomati, Bantul, DI Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul dan Polres Bantul mengimbau agar wisatawan tidak melewati jalur Cinomati.

Cinomati merupakan jalur alternatif untuk menuju ke berbagai lokasi wisata di Kapanewon Dlingo, namun jalur ini memiliki karakteristik terjal berupa jalan naik dan menikung.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul Singgih Riyadi memaparkan, seluruh wisatawan terkhusus bus wisata diimbau untuk tidak melalui jalur Cinomati karena kerawanannya.

"Jalur yang diimbau untuk tidak dilewati adalah jalur Cinomati, itu paling utama," ungkapnya Selasa (3/5/2022).

Relawan SAR DIY Distrik Bantul bersama Polri, TNI, Satpol-PP, Paksi Katon dan dibantu sejumlah unsur relawan lainnya membantu pengemudi yang tak kuat menaklukkan tanjakan di Jalur Cinomati, Bantul, Senin (30/12/2019)
Relawan SAR DIY Distrik Bantul bersama Polri, TNI, Satpol-PP, Paksi Katon dan dibantu sejumlah unsur relawan lainnya membantu pengemudi yang tak kuat menaklukkan tanjakan di Jalur Cinomati, Bantul, Senin (30/12/2019) (Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin)

Namun demikian, pihaknya mengizinkan wisatawan untuk menggunakan jalan Imogiri-Mangunan.

Di jalur tersebut pihaknya juga telah melengkapi dengan rambu peringatan yang berisi agar kendaraan melintas dengan gigi rendah.  

"Kalau cinomati medannya curam, kemudian lebar jalan juga tidak mendukung untuk dua arah, banyak kelokan dan kalau malam hari belum dilengkapi secara lengkap sarana lampu penerangan jalan. Sehingga sangat rawan terjadi kecelakaan ketika bus besar melewati di sana," ungkapnya.
 
Sebagai bentuk antisipasinya, pihaknya menempatkan petugas di sana selama libur Lebaran. Dishub Bantul akan mengerahkan dan jalur alternatif selain melewati Cinomati.

Wisatawan akan diarahkan lewat jalan Imogiri timur kemudian mengambil arah Imogiri-Mangunan untuk menuju destinasi wisata di kapanewon Dlingo.

Sebagaimana diketahui di Kapanewon Dlingo banyak berdiri wisata hutan pinus, seperti Puncak Becici, Hutan Pinus Pengger dan Pinus Sari. 

Adapun jalur tersebut tidak terlalu ekstrem meski di sana juga banyak tanjakan dan tikungan.

"Untuk antisipasi, dari mulai simpang tiga Imogiri menuju Dlingo kami siapkan peringatan agar memakai gigi rendah, kalau dari kelayakan jalan, itu layak, dan kemarin memang sudah uji coba dengan organda, bus besar melintas di jalur tersebut tidak masalah," terangnya.

Hanya saja menurutnya memang pengemudi perlu mengenal medan dan memastikan kendaraan untuk lain jalan. Selain itu pengemudi juga harus dipastikan sehat. Dengan demikian, jalur tersebut akan aman untuk dilalui.

Petugas Polisi dan SAR tampak mendorong mobil yang tidak kuat menanjak di tanjakan jalur Cinomati, Pleret, Bantul, Sabtu (23/6/2018) siang.
Petugas Polisi dan SAR tampak mendorong mobil yang tidak kuat menanjak di tanjakan jalur Cinomati, Pleret, Bantul, Sabtu (23/6/2018) siang. (Tribun Jogja/Susilo Wahid)
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved