Rentenir Tahan Pemakaman Jenazah Warga yang Masih Berutang Rp 2 Juta

Ulah rentenir itu  sempat membuat rangkaian persiapan pemakaman jenazah Rusli terhambat.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
ist
Jenazah warga dilarang untuk dimandikan oleh rentenir 

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang rentenir sempat menahan jenazah warga bernama Rusli Daeng Sutte (40), asal Desa Bontoloe, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dikabarkan, rentenir bernama Daeng Embong menolak keras jenazah Rusli dimandikan.

Alasannya, Rusli belum melunasi utang sebesar Rp 2 juta kepada Daeng Embong.

Ulah rentenir itu  sempat membuat rangkaian persiapan pemakaman jenazah Rusli terhambat.

Video penahanan jenazah oleh rentenir tersebut viral di media sosial.

Kejadian tersebut mengundang perhatian Majelis Ulama Indonesia atau MUI Sulawesi Selatan (Sulsel).

Prosesi pemakaman jenazah Rusli baru bisa dilanjutkan setelah seorang kerabat Rusli menyerahkan uang Rp 2 juta kepada Daeng Embong.

Keluarga juga sempat merasa malu karena ulah sang rentenir. Daeng Embong dan Rusli ternyata masih memiliki hubungan kekerabatan, sepupu.

Sekretaris MUI Sulsel, Dr Muammar Bakry Lc MA mengatakan, tidak boleh warga menghalangi prosesi pemakaman jenazah seseorang dengan dalih jenazah belum melunasi utang atau meninggalkan utang.

"Kasus jenazah yang ditahan oleh rentenir, pertama menjadi perhatian bagi orang yang hidup. Kalau punya utang hendaknya menulis semacam wasiat kepada ahli warisnya bahwa dia memiliki utang mungkin juga memiliki piutang."

"Ini menjadi perhatian ahli waris untuk menebusnya," ujar Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar itu dalam siaran pers, Rabu (27/4/2022).

Kedua, kata dia, orang hidup yang punya utang hendaknya sedapat mungkin melunasi. Kalaupun terdesak untuk berutang, hindari rentenir.

Kemudian menjadi perhatian orang yang hidup itu, kiranya tidak meninggalkan utang karena memang ada riwayat Nabi itu tidak mensalati seseorang karena memiliki utang.

"Utang itu memang harus ditebus, harus dibayar karena itu nanti menghalangi proses seseorang di akhirat. Bagi orang yang memberikan utang, yang punya piutang, ini juga menjadi perhatian untuk bersikap manusiawi. Tidak wajar kalau orang sudah mati, masih ditahan proses jenazahnya," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved