Polisi Gerebek 7 Remaja Pembuat Ratusan Mercon di Bantul, Pelaku Ngaku Belajar Otodidak dari Youtube

Dalam penggerebekan tersebut Polisi mengamankan 7 orang remaja yang tengah membuat selongsong ratusan mercon dengan berbagai ukuran.

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Kapolres Bantul dan jajaran menunjukkan barang bukti selongsong mercon, Minggu (24/4/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Polres Bantul bersama Polsek Bantul dan relawan menggerebek sebuah rumah yang digunakan untuk merakit petasan (mercon), di Dusun Karasan, Palbapang, Bantul, Minggu (24/4/2022) sekitar pukul 02.00 WIB.

Mirisnya, petugas mengamankan tujuh remaja yang membuat petasan di rumah tersebut.

Kapolres Bantul, AKBP Ihsan, memaparkan semula petugas yang melaksanakan patroli Sahur On The Road mendapat informasi jika ada kegiatan mencurigakan di atas jam 01.00 WIB dini hari yang dilakukan oleh para remaja di sebuah rumah di Dusun Karasan.

"Jadi sekitar jam 02.00 WIB kami mendapat informasi dan langsung melakukan penggerebekan," tuturnya.

Dalam penggerebekan tersebut Polisi mengamankan 7 orang remaja yang tengah membuat selongsong ratusan mercon dengan berbagai ukuran.

Dari ketujuh remaja yang diamankan tersebut statusnya masih pelajar, yakni NH (13) warga Pajangan Bantul sekolah di SMP Muhammadiyah Bantul, DKP (12) warga Ringinharjo Bantul sekolah di SD Kadisoro 1, HD (14) warga Palbapang Bantul sekolah di SMP 3 Bantul, ON (12) warga Ringinharjo Bantul sekolah di SDN Palbapang Bantul, ELS (16) warga Pandak Bantul sekolah di SMP 3 Pandak Bantul, RM (15) warga Trirenggo Bantul sekolah di SMP 3 Bantul dan RAD (14) warga Palbapang Bantul sekolah di SMP 3 Bantul.

"Semuanya punya peran masing-masing dan dari 7 anak-anak ini berkembang terkait 1 anak yang berperan sebagai pembeli bahan baku pembuatan mercon melalui salah satu e-commerce secara COD (cash on delivery)," ujarnya.

Adapun satu orang remaja hasil pengembangan tersebut yakni berinisial M  (16) warga Ringinharjo asal sekolah MTs Muhammadiyah Bantul yang bertugas membeli berbagai bahan bubuk mercon mulai dari serbuk belerang, serbuk aluminium dan serbuk potasium.

Adapun total barang bukti yang diamankan saat penggerebekan malam itu  antara lain 3 bungkus racikan mercon yang sudah jadi seberat 4 ons, 2 bungkus belerang seberat 2 kg, 2 bungkus potassium seberat 1.8 kg, 1 bungkus bubuk aluminium seberat 1.5 ons, 473 buah selongsong mercon yang belum jadi berbagai ukuran dan 17 buah mercon yang sudah jadi. Selain itu diamankan pula tiga kendaraan sepeda motor yang digunakan para pelaku.

"Rencananya mercon-mercon tersebut akan diledakkan di Pajangan Bantul pada malam lebaran nanti," terangnya.

Dari keterangan para remaja tersebut, uang yang digunakan membeli bahan baku pembuatan mercon berasal dari patungan.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa para remaja ini sudah membuat petasan sejak awal puasa.

Selain diledakkan sendiri, mereka juga menjual petasan-petasan tersebut.

"Sistemnya, mereka patungan dan setelah uang terkumpul diberikan ke M sebagai yang bertuga mencari bahan baku dan setelah bahan datang diracik 7 orang tersebut," ucapnya.
 
Terkait pengetahuan 8 pelajar itu akan pembuatan mercon, Ihsan menyebut mereka belajar secara otodidak dari media sosial, Youtube.  

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved