STNK Telat Apakah Bisa Ditilang? Simak, Banyak yang Salah Kaprah

Penilangan dapat dilakukan lantaran pengendara belum melakukan pengesahan STNK, bukan karena belum membayar pajak.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar

TRIBUNJOGJA.COM - Polisi sebenarnya tidak berhak melakukan penilangan terhadap pengendara yang belum melakukan pembayaran pajak kendaraan sebagaimana yang tertera di STNK. Namun demikian, penilangan dapat dilakukan lantaran pengendara belum melakukan pengesahan STNK, bukan karena belum membayar pajak.

Demikian sebagaimana dijelaskan Kasubdit STNK Ditregident Korlantas Polri, Kombes Pol Muhammad Taslim Chaeruddin, dalam kompas.

"Ini adalah pertanyaan yang lazim dan banyak terjadi. Belum membayar pajak itu tidak boleh ditilang. Saya berikan satu ketegasan. Belum membayar pajak tidak boleh ditilang. Jadi kalau ada yang menilang belum membayar pajak itu salah," katanya mengutip NTMC Channel, Selasa (19/4/2022).

Taslim menjelaskan, berdasarkan UU No 22 Tahun 2009 Pasal 67 Ayat 1, dinyatakan bahwa proses registrasi indentifikasi kendaraan bermotor merupakan satu rangkaian yang tidak terputus dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

"Sehingga ketika seseorang belum membayar pajak maka dapat dipastikan belum melakukan pengesahan STNK," kata Taslim.

"Sementara ada klausul dalam UU No 22 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa setiap kendaraan bermotor yang dioperasionalkan di jalan wajib dilengkapi dengan dokumen yang sah," katanya.

Sehingga kata Taslim, ketika seseorang mengoperasionalkan kendaraan yang belum membayar pajak maka dapat dipastikan belum melakukan pengesahan STNK.

"Nah ketika belum melakukan pengesahan STNK itu dapat ditilang," katanya.

"Maka ini sesungguhnya sama saja, hanya perbedaan penggunaan narasi atau perasa, yang ditilang bukan yang belum membayar pajak tetapi belum melakukan pengesahan STNK," ungkapnya.

Cara bayar e-Tilang secara online

Seiring dengan diberlakukannya e-Tilang atau tilang elektronik, infrastruktur pendukungnya pun sudah tersedia. Satu di antaranya adalah website untuk melakukan memeriksa pelanggaraan e-Tilang sekaligus untuk melakukan pembayaran denda.

Hal ini bisa Anda lakukan melalui website https://tilang.kejaksaan.go.id/.

Dalam website tersebut disebutkan bahwa pembayaran denda e-Tilang dapat dilakan di mana saja dan kapan saja.

Berikut cara melakukan pembayaran denda e-Tilang secara online dengan mudah ;

  1. Lihat putusan Denda dan Biaya Perkara Tilang
  2. Masukkan No Register Tilang sesuai berkas untuk melihat besar denda. Periksa kembali data putusan.
  3. Pastikan No Register dan nama pelanggar telah sesuai.Pilih cara pengambilan BB. Datang langsung atau gunakan layanan pengantaran (delivery) barang bukti yang tersedia (S&K berlaku)
  4. Klik BAYAR
  5. Lakukan pembayaran menggunakan Kode Pembayaran yang tersedia
  6. Anda akan mendapatkan KODE PEMBAYARAN seperti berikut
    82022-xxxxx-xxxxx
    *) Kode pembayaran ke Kas negara melalui Modul Penerimaan Negara (MPN)
  7. Gunakan kode tersebut untuk melakukan pembayaran melalui kanal-kanal pembayaran yang tersedia. Hampir semua bank di Indonesia sudah mendukung pembayaran ini. 
  8. Ambil barang bukti
  9. Silakan mengambil Barang Bukti di Kejaksaan atau gunakan jasa POS INDONESIA untuk pengiriman barang bukti.
    *) Beberapa satker Kejaksaan menyediakan jasa pengantaran
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved