Bupati Bantul Abdul Halim Muslih
Maksimalkan Potensi Daerah, Bupati Bantul Tegaskan Selalu Dukung Pertanian Organik
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan, bahwa hingga sekarang, Bantul terus mendukung pertanian organik
Penulis: Agus Wahyu | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pola tanam di luar musim (off season) yang dilakukan di wilayah Bantul dengan proses semi organik adalah terobosan besar yang diprediksi memengaruhi pola tanam pada masa depan.
Selain karena ternyata harga produk pertanian di luar musim dirasa menguntungkan bagi petani, pola ini menjadi satu di antara jawaban ketika krisis iklim tak bisa dihindari lagi.
Pergerakan Pemkab Bantul inilah yang menjadi alasan bagi Aliansi Organis Indonesia (AOI) memiliki harapan besar, agar Kabupaten Bantul menjadi pionir dalam Asian Local Governments for Organic Agriculture (ALGOA). Terlebih, AOI telah mengamati dan belajar lama dari Kabupaten Bantul sejak program Tunda Jual dilaksanakan pada 2002.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan, bahwa hingga sekarang, Bantul terus mendukung pertanian organik.
Saat ini, Bantul memiliki lahan seluas 240 hektar di Nawungan yang terkenal menghasilkan bawang merah glowing yang ditanam secara organik.
Dikatakan, Bantul juga memiliki hortikultura yang tersebar di berbagai Kapanewon. "Kapanewon Kretek, Sanden, dan Srandakan itu adalah Kapanewon penyangga pangan di Bantul. Sampai sekarang sektor pertanian jadi sektor paling tahan banting di Bantul dibanding industri lain. Ketika yang lain mengalami tren negatif, sektor pertanian justru naik," ujar Bupati Bantul Abdul Halim saat audiensi dengan AOI pada Selasa(19/4/2022)..
Bahkan, lanjut Abdul Halim, program ini menjadi percontohan daerah lain untuk mengoptimalkan produk lokal, agar terserap maksimal.
“Namun demikian,saya menyadari bahwa ada tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pertanian organik. Dimulai bahan baku hingga jaminan pada petani, bahwa produk mereka akan terserap secara baik. Sebab, meski pertanian organik mulai banyak dilirik, harga jual produknya lebih tinggi ketimbang produk non-organik,” lanjut Abdul Halim.
Menanggapi hal ini, AOI pun siap membantu, baik kerjasama dengan Pemkab, berbagi data pertanian organik di Indonesia, serta pendampingan terhadap petani. Dengan semakin banyaknya praktik pertanian organik, maka kepedulian petani terhadap lingkungan dan krisis iklim juga akan meningkat. (ayu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bupati-Bantul-Abdul-Halim-Muslih-memberikan-arahan-secara-daring-audiensi-dengan-AOI.jpg)