Kisah Inspiratif

Kisah Sukses Aprilian Tas Asal Yogyakarta yang Berhasil Tembus Pasar Luar Negeri 

Sebelum memasuki pandemi Covid-19 , dia pernah mendapat pesanan lebih dari 10.000 tas per bulan. 

TRIBUNJOGJA.COM / Neti Istimewa Rukmana
Pendiri Aprilian Tas, Doni Wardani (33), sedang menjelaskan desain tas yang banyak diminati saat ini, di Jalan Bener Nomor 80, Kalurahan Bener, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Rabu (20/4/2022) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tidak pernah terbersit di benak Doni Wardani (33) untuk akhirnya menyeriusi bisnis tas dan berhasil menembus pasar luar negeri.

Doni, selaku pendiri Aprilian Tas memulai terjun ke dalam usaha bisnis sejak kuliah semester enam pada tahun  2011. 

Siapa sangka, usaha yang didirikannya itu mampu menembus penjualan ke Belanda dan Malaysia. 

Cerita dimulai saat ia aktif mengikuti organisasi di kampusnya.

Baca juga: Warga Sleman Ini Raup Omzet Jutaan Rupiah dari Kreasi Tas Anyaman Plastik

Katanya, di dalam organisasi tersebut sering mengadakan acara atau rangkaian kegiatan kemahasiswaan, dengan menjual dan membeli produk di tempat usaha milik orang lain. 

"Dari situ saya berpikir, kenapa saya harus membeli produk di tempat lain? Kenapa saya tidak mencoba untuk membuatnya sendiri?" ujarnya kepada wartawan, di tempat usahanya, di Jalan Bener Nomor 80, Kalurahan Bener, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta , Rabu (20/4/2022) siang. 

Dengan mengandalkan kemampuan marketing dan latar belakang pendidikan sistem informasi, ia membuat satu halaman website yang berisi nomor telepon dan informasi produk penjualannya. 

Siapa sangka, hal itu ternyata dilirik oleh orang lain untuk memesan tas di tempatnya. 

Lalu, selama seminggu, ia berkeliling ke beberapa tempat di DIY untuk mencari tempat penjahit khusus tas.

Hal itu dilakukannya guna memenuhi pesanan konsumennya sebanyak 45 tas. 

Dalam urusan produksi, dia memiliki tim khusus untuk melaksanakan proses produksi tas berdasarkan permintaan konsumen. 

Tas yang dijualnya tidak hanya satu jenis saja.

Baca juga: Tas Kanvas dan Goni Buatan Santri di Klaten Tembus Singapura, Hongkong dan Swiss

Ia memiliki beragam desain berdasarkan permintaan konsumen. 

Sebelum memasuki pandemi Covid-19 , dia pernah mendapat pesanan lebih dari 10.000 tas per bulan.

Namun, sejak dua tahun terakhir, ia hanya mendapatkan pesanan 5.000 tas per bulan. 

Rata-rata, ucapnya, pelanggan yang memesan tas di tempatnya berasal dari dinas pemerintahan dan institusi lain.

"Baik itu dari provinsi DIY maupun Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, hingga penjuru luar negeri yakni Belanda dan Malaysia," imbuhnya.

Hingga kini, ia mencatat lebih dari 2.000 pelanggan telah memesan tas di tempatnya berdasarkan permintaan desain yang beragam. (  Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved