Coppa Italia
INTER MILAN 3-0 AC Milan: Rating Skriniar, Darmian, Perisic, Correa & Lautaro MOTM
Ketiga gol Nerazzurri masing-masing dicetak oleh Lautaro Martinez sebangyak dua gol dan gol ketiga oleh Robin Gosens.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Inter Milan mengalahkan AC Milan 3-0 di leg kedua semifinal Coppa Italia.
Ketiga gol Nerazzurri masing-masing dicetak oleh Lautaro Martinez sebangyak dua gol dan gol ketiga oleh Robin Gosens.
Pasukan Simone Inzaghi menjadi finalis pertama di turnamen tersebut dan menunggu hasil pertandingan semifinal lainnya antara Juventus vs Fiorentina.
Berikut adalah Rating Pemain Inter Milan vs AC Milan di Stadio Giuseppe Meazza.
Handanovic: 6.5
Penyelamatan menentukan untuk tembakan Rafael Leao, beberapa detik sebelum gol kedua Lautaro.
Mungkin pemain kapten Inter Mian tidak tampil gemilang, tapi yang pasti berguna untuk tim dan sukses cleensheet.
Skriniar: 7
Skriniar sama sekali tidak pernah meninggalkan Olivier Giroud sendirian dan bebas di kotak penalti.
Striker asal Prancis mungkin akan melihat bek tengah Inter Milan dalam mimpi buruknya malam ini.
De Vrij: 7
Tampil apik bersama rekannya di lini belakang, de Vrij berhasil membantu Skriniar untuk menggagalkan usaha Giroud yang tidak pernah memiliki peluang nyata untuk mencetak gol.
Bastoni: 7
Bukan bek tengah biasa. Pemain internasional Italia adalah senjata tersembunyi Inzaghi dalam persiapan.
Bastoni menjadi sosok kunci dalam taktik Inter Milan musim ini. Pertunjukan hebat lainnya malam ini. (78' D'Ambrosio)
Darmian: 7.5
Anehnya, ia menjadi starter menggantikan Dumfries, tapi ternyata itu menjadi pilihan bijak dari Inzaghi.
Pasalnya, pemain internasional Italia itu memberikan keseimbangan di sisi kanan dan membantu serangan saat dibutuhkan.
Darmian bahwa membuat satu assist untuk Lautaro yang menetak gol pembuka.
Barella: 7
Kembali ke performa semula setelah awal yang kelam di tahun ketika dia benar-benar kelelahan.
Masih memiliki beberapa pasang surut, tetapi secara keseluruhan itu adalah kinerja yang positif.
Darmian: 8
Brozovic adalah gelandang terbaik Inter Milan pada pertandingan tadi malam.
Sepertinya tidak sulit untuk mengerti mengapa Nerazzurri begitu bergantung padanya.
Dia melakukan segalanya di lapangan tengah, baik dalam membantu bertahan maupun mendukunga serangan.
Tampil tidak terbendung oleh pemain AC Milan.
Chalanoglu: 7
Dicemooh oleh mantan penggemarnya, pemain internasional Turki itu membuat Inter Milan berfungsi, meskipun terkadang ia sedikit ceroboh. (73' Vidal)
Perisic: 8
Pemain terbaik Inter Milan setelah Lautaro.
Membuat blok penting di garis gawang di babak pertama dan selalu menjadi ancaman saat bergerak maju.
Nilai tambah dan salah satu pemain terbaik Inter Milan musim ini. (78' Gosens 7 – Menutup pertandingan pada menit ke-82 dengan gol pertamanya dalam seragam Nerazzurri.)
Lautaro: 9
Lautaro tampil sangat bersemangat dan sangat padu saat bermain dengan Correa.
Mencetak gol pertama dengan tendangan voli yang fantastis setelah beberapa menit dan menjadikannya dua gol sebelum turun minum memanfaatkan assist sempurna dari rekan senegaranya. (70' Dzeko 6)
Correa: 8
Inzaghi memasukkannya ke dalam starting XI dan pemain Argentina itu tidak mengecewakan. Menawarkan assist untuk Lautaro dan sering berbahaya dalam situasi satu lawan satu. (70' Alexis Sanchez 6)
Pelatih: 8
Inzaghi Mempersiapkan permainan dengan sempurna.
Mengejutkan AC Milan dengan menurunkan Correa menggantikan Dzeko dan gol awal Lautaro membuat segalanya lebih mudah baginya.
Gol AC Milan dianulir memang bisa diperdebatkan, tapi secara keseluruhan, Inter Milan pantas menang.
Laporan laga Inter Milan 3-0 AC Milan:
Sejak awal pertandingan, AC Milan dan Inter bermain terbuka. Saling silih berganti melancarkan serangan menghiasi menit-menit awal babak pertama.
Nerazzurri sukses mencuri gol cepat pada menit ke-4.
Memanfaatkan fokus permainan AC Milan yang belum terbentuk, Inter mengubah papan skor menjadi 1-0 melalui tembakan Lautaro Martinez.
Penyerang berjuluk El Toro ini mengukir gol setelah menerima assist dari Matteo Darmian.
Tersengat atas gol kilat tim tuan rumah, AC Milan mencoba memberikan respons cepat.
Skuat asuhan Stefano Pioli lebih trengginas dalam melancarkan serangan.
Namun apa yang diperlihatkan Zlatan Ibrahimovic dkk bukannya tanpa risiko.
Beberapa kali hingga menit ke-10, Nerazzurri berhasil menciptakan peluang lewat skema serangan balik.
Sedangkan Il Diavolo Rosso, permainan monoton yang mengandalkan Giroud membuat mudah barikade pertahanan Inter untuk mengantisipasinya.
Franck Kessie mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol.
Namun upaya eks pemain Atalanta ini masih bisa diantisipasi bek AS Roma.
Memasuki menit ke-22, tensi pertandingan meninggi.
Insiden yang melibatkan Maignan dengan Lautaro Martinez sempat membuat wasit menghentikan laga sejenak.
Rossoneri mencoba mengubah pola permainan mereka dengan mengandalkan kecepatan Rafael Leao.
Pemain asal Portugal ini memang berhasil mengobrak-abrik lini belakang Nerazzurri.
Namun kerja sendirian yang dilakukan Leao membuatnya tak berkutik ketika menghadapi bek-bek tangguh Inter seperti De Vrij maupun Bastoni.
Theo Hernandez mencoba untuk memberikan stimulus dalam permainan AC Milan.
Aksinya dalam menyisir sisi flank kiri membuat Ivan Perisic harus melakukan pelanggaran.
Kerja Hakan Calhanoglu di lapangan tengah Inter cukup mobile.
Dia menjadi penjembatan dalam aliran bola Nerazzurri ke lini serang.
Memasuki menit ke-31, Inter belum mengendurkan intensitas serangannya. Hal sama juga dilakukan oleh AC Milan. Bedanya, La Beneamata lebih efektif dalam menciptakan peluang.
Inter Milan sukses menggandakan kedudukan menjadi 2-0. lagi-lagi Lautaro yang mencetak gol setelah menerima umpan dari kompatriot senegaranya, Joaquin Correa.
Hingga babak pertama usai, skor 2-0 untuk keunggulan Inter.
Usai turun minum, AC Milan mencoba segala upaya untuk menyamakan level kedudukan.
Pioli memasukkan sejumlah pemain yang berkarakter menyerang seperti Brahim Diaz dan Messias.
Namun usaha yang dilakukan Rossoneri membentur dinding kokoh pertahanan Inter.
AC Milan sempat mencetak gol pada menit 66 lewat Bennacer. Namun lesakannya dianulir lantaran terjebak offside terlebih dahulu.
Inter Milan menutup kemenangan mereka atas AC Milan berkat lesakan Robin Gosens di menit 82'.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Lautaro-Martinez-vs-Mike-Maignan-saat-Inter-Milan-vs-AC-Milan.jpg)