Berita DI Yogyakarta Hari Ini

KONI DIY Ingatkan Mandatory Budget pada Komisi X DPR RI

Mandatory budget dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat memudahkan upaya melancarkan program pembinaan olahraga di Tanah Air.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Istimewa
Ketua Umum KONI DIY Prof Dr H Djoko Pekik Irianto MKes AIFO 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI ) DI Yogyakarta kembali ingatkan mandatory budget kepada Komisi X DPR Republik Indonesia guna menyokong program pembinaan olahraga.

Usulan itu diutarakan dalam agenda kunjungan kerja Komisi X DPR RI di di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Senin (18/4/2022).

Ketua Umum (Ketum) KONI DIY, Djoko Pekik Irianto mengatakan mandatory budget dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat memudahkan upaya melancarkan program pembinaan olahraga di Tanah Air.

Baca juga: Sri Sultan HB X Beri Wejangan KONI DIY untuk Dorong Atletnya Tingkatkan Prestasi

“Saat ini Indonesia sudah memiliki undang-undang keolahragaan, dan itu adalah inisiasi DPR, jadi kami sangat mengapresiasi. Untuk lebih memaksimalkan undang-undang tersebut, yang masih kurang adalah keberadaan mandatory budget. Harapannya, mandatory budget ini mencapai dua persen dari total APBN setiap tahunnya,” kata Djoko kepada wartawan, Selasa (19/4/2022).

Upaya mengadakan anggaran wajib itu tak lepas dari ambisi meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di kancah internasional sehingga program pembinaan perlu didukung dengan penuh.

“Meski saat ini di undang-undang yang baru, juga mengamanatkan adanya alokasi CSR swasta untuk pembinaan olahraga, tapi kalau ada mandatory budget akan lebih bagus lagi,” jelasnya.

Tak hanya itu KONI DIY mengapresiasi pihak DPR RI yang telah menginisiasi adanya UU Keolahragaan yang baru.

Serta meminta kepada Komisi X DPR RI untuk turut dalam mendukung peningkatan prestasi lantaran saat ini belum banyak atlet dari Indonesia dapat meraih prestasi di ajang internasional.

Baca juga: KONI DIY Siap Jembatani Peraih Perak PON XX Papua 2021 Bayu Prasetyo Untuk Tetap Membela DIY

Djoko menilai olahraga yang paling digemari masyarakat Indonesia, semisal sepak bola kesulitan bersaing dengan negara lain.

Sebagaimana diketahui peringkat Indonesia di FIFA masih bertengger di peringkat 160.

Untuk ajang multi event, prestasi peringkat 4 besar di ajang Asian Games 2018 silam memang membanggakan, namun hasil tersebut didapat saat Indonesia menjadi tuan rumah.

Sedangkan untuk prestasi di level Asia Tenggara, SEA Games, Indonesia masih berada di peringkat 5 besar. 

“Untuk Asian Games, prestasi 4 besar kita masih harus dibuktikan di Asian Games tahun ini di China. Untuk itu kami berharap, DPR RI bisa mengawal terlaksananya program-program pencapaian prestasi ini kedepannya,” tandas Djoko.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved