Serie A

AC MILAN: Alasan Mengapa Donnarumma Tidak Mungkin Kembali ke Rossoneri

Namun langkah tersebut sepertinya kembalinya Donnarumma ke AC Milan tidak masuk akal bagi Rossoneri, terlebih di jendela transfer musim panas.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
AFP/Twitter @AC Milan
Beda nasib Gianluigi Donnarumma vs Mike Maignan saat ini 

TRIBUNJOGJA.COM - Rumor dari Prancis menyebut bahwa Gianluigi Donnarumma dapat kembali ke AC Milan setelah pengambilalihan Investcorp.

Namun langkah tersebut sepertinya sangat tidak masuk akal bagi Rossoneri, terlebih di jendela transfer musim panas.

Kiper tim nasional Italia itu tidak menjalani tahun yang mudah setelah kepergiannya dari AC Milan musim panas lalu.

Pemain berusia 23 tahun itu juga dipaksa untuk berbagi posisi starter di bawah mistar gawang dengan pemain veteran Keylor Navas.

Gigio juga membuat sejumlah kesalahan besar, seperti kegagalan di Liga Champions saat melawan Real Madrid.

Gianluigi Donnarumma dan Keylor Navas
Gianluigi Donnarumma dan Keylor Navas (Football Italia)

Meskipun awal yang sulit ini, kembali ke AC Milan sepertinya tidak masuk akal bagi Donnarumma.

Dia dikontrak klub hingga 2026 dan jelas bahwa dia memiliki bakat untuk sukses di ibukota Prancis, meskipun pertumbuhannya akan dibatasi oleh persaingan dari Navas.

Pelatih asal Italia itu juga akan mendapatkan pengalaman reguler memenangkan trofi di Prancis dan bersaing di Liga Champions.

Itu juga akan membuatnya berkembang hingga membuatnya menjadi penjaga gawang yang lebih baik untuk tim nasional Italia.

Di sisi lain, membawa pulang Donnarumma juga tidak masuk akal bagi AC Milan, seperti dikutip Tribun Jogja dari Football italia.

Salah satu pembelian terbaik Rossoneri musim panas lalu adalah Mike Maignan yang berusia 26 tahun, yang hanya berharga € 14,4 juta.

Maignan telah mencatatkan 14 clean sheet di liga musim ini, menyamai rekor musim terbaik pendahulunya.

Jika dia menjaga satu clean sheet lagi dalam lima pertandingan terakhir AC Milan, dia akan melampaui itu, semakin membuktikan kualitasnya.

Penjaga gawang Prancis berusia 26 tahun ini memiliki perkiraan gol pasca-tembakan dikurangi stat yang diizinkan sebesar +6.6, jauh lebih tinggi dari +2.5 milik Donnarumma.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved