Ramadhan Akan Dirayakan Dua Kali di Tahun 2030, Inilah Alasannya

Astronom Saudi Khaled Al-Zaqaq, mengatakan dalam klip video yang diposting di akun resminya di Twitter.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Mohd RASFAN / AFP
Petugas menggunakan teleskop untuk melakukan "rukyah", penampakan bulan baru untuk bulan suci puasa Ramadhan, di Putrajaya, Malaysia pada 2021. 

TRIBUNJOGJA.COM - Muslim di seluruh dunia akan merayakan bulan suci Ramadhan pada tahun 2030, dua kali dalam satu tahun.

Fenomena tersebut – terjadi dua kali Lebaran dalam satu tahun – terakhir terjadi pada tahun 1997.

Astronom Saudi Khaled Al-Zaqaq, mengatakan dalam klip video yang diposting di akun resminya di Twitter.

Menurutnya, bulan puasa akan jatuh dua kali tahun itu, pertama pada Januari dan kemudian lagi pada akhir Desember 2030.

Karena kalender Hijriah Islam didasarkan pada siklus bulan, sedangkan kalender Gregorian menandai perjalanan Bumi mengelilingi matahari.

Siluet kubah masjid pada bulan suci Ramadhan di Srinagar pada 14 Mei 2021.
Siluet kubah masjid pada bulan suci Ramadhan di Srinagar pada 14 Mei 2021. (Tauseef MUSTAFA / AFP)

Al-Zaqaq menunjukkan bahwa, hal itu terulang setiap 33 tahun sekali, seperti yang terjadi pada tahun 1965 dan 1997, dan itu akan terjadi pada tahun 2030 dan terulang pada tahun 2063.

Pada tahun 1451 H (Anno Hegirae), Ramadhan akan dimulai pada tanggal 5 Januari 2030, dan pada tahun 1452 H dimulai pada tanggal 26 Desember 2030.

Artinya, Muslim di seluruh dunia akan berpuasa selama 36 hari di tahun 2030.

Jumlah hari dalam tahun Masehi kurang lebih 365 hari, dan jumlah hari dalam tahun Hijriah kurang lebih 354 hari.

“Kalender lunar, atau tahun berbasis lunar, 11 hari lebih pendek dari kalender matahari,” katanya, dikutip Tribun Jogja dari Siasat Daily.

Lebih lanjut Al-Zaqaq mengatakan bahwa periode puasa terpanjang akan terjadi ketika Ramadhan di musim panas, dan terpendek ketika jatuh di musim dingin.

Ramzan 1449 H, yang akan dimulai pada tahun 2028, akan berlangsung pada pertengahan musim dingin.

Pada tahun 1466 H, bertepatan dengan tahun 2044, bulan suci akan dimulai pada puncak musim panas.

Dalam Islam, Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam, juga dikenal sebagai kalender Hijriah—kalender lunar yang terdiri dari dua belas bulan dimulai dengan Muharram, dan diakhiri dengan Zul-Hijjah.

Setiap bulan dimulai dengan penampakan bulan. Idul Fitri, di sisi lain, menandai akhir dari puasa selama sebulan.

Kalender telah diamati selama lebih dari 1.440 tahun dan digunakan untuk menentukan tanggal peristiwa penting Islam termasuk awal Ramadhan, Idul Fitri, dan awal haji.

Ramadhan adalah bulan paling suci dalam kalender Islam dan dipercaya sebagai bulan di mana Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad.

Muslim diwajibkan berpuasa dari matahari terbit hingga terbenam, dan menahan diri dari makanan dan minuman selama bulan ini.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved