Berita Kriminal Hari Ini

Polres Sleman Usut Dugaan Penganiayaan Terhadap Petugas Parkir Jogja City Mall (JCM)

Polres Sleman tengah mengusut dugaan kekerasan yang dilakukan oleh pengunjung terhadap petugas parkir di Jogja City Mal (JCM) .

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar Twitter @nengutets
VIRAL Pengemudi mobil ngamuk pada petugas parkir di JCM karena karcis hilang dan STNK tak sesuai plat nomor 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Polres Sleman tengah mengusut dugaan kekerasan yang dilakukan oleh pengunjung terhadap petugas parkir di Jogja City Mal (JCM) .

Aksi dugaan kekerasan tersebut, sempat viral di media sosial. Pihak korban disebut telah membuat laporan Kepolisian. 

"Iya, dari pihak korban sudah melapor ke Polres Sleman . Laporannya kemarin, pukul 17.30 WIB," kata Kasubbag Humas Polres Sleman , Iptu Edy Widaryanto, Senin (18/4/2022). 

Baca juga: Harga Daging Sapi di Pasar Tradisional DI Yogyakarta Terpantau di Kisaran Rp 120.000

Kasus tersebut dilaporkan oleh korban atas dugaan penganiayaan sesuai sangkaan pasal 351 KUHP juncto pasal 170 secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang.

Edy mengungkapkan, jajaran Reskrim Polres Sleman telah bergerak menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pemeriksaan, terhadap korban maupun saksi-saksi.

Termasuk, memeriksa rekaman kamera pengintai (CCTV) di seputar lokasi kejadian. 

Sejauh ini, menurutnya, sudah ada 5 saksi termasuk korban yang sudah dimintai keterangan. 

"Untuk terduga pelaku sementara belum tahu. Kami masih mendalami saksi dan korban dulu. Nanti seiring pemeriksaan, akan diketahui siapa dia (terduga pelaku)," kata Edy. 

Ia mengungkapkan, kasus dugaan kekerasan tersebut terjadi ketika pengemudi mobil, terduga pelaku, kehilangan karcis parkir setelah berkunjung di pusat perbelanjaan JCM .

Jika kehilangan karcis, seusai SOP maka pengemudi kendaraan harus menunjukkan STNK untuk verifikasi.

Tetapi, antara nomor di STNK dan plat kendaraan berbeda.

Saat itu, petugas parkir merasa curiga kemudian memanggil car park manager untuk membantu proses verifikasi namun saat itu diduga terjadi kekerasan

Edy mengatakan, pihaknya sementara ini fokus untuk mengusut dugaan kekerasan sesuai yang dilaporkan korban.

Sementara untuk dugaan perbedaan antara nomor di STNK dengan plat kendaraan akan ditindaklanjuti seiring perkembangan hasil pemeriksaan. 

"Kami masih belum tahu. Kendaraan tersebut istilahnya bodong atau tidak. Jika memang cukup bukti, maka akan dilakukan pemeriksaan ke arah sana. Tapi, fokus utama kami terlebih dahulu di kasus penganiayaan yang telah dilaporkan," tutur dia. 

Baca juga: Bupati Abdul Halim: Sosialisasi Soal Stunting Ini Penting

Terpisah, Public Relations Jogja City Mall (JCM) , Febrianita Candra Rini menceritakan, dugaan kasus penganiayaan terhadap petugas parkir dan carpark manager di JCM terjadi pada Minggu, (17/4/2022) sekira pukul 14.45 WIB.

Menurut dia, saat kejadian itu, petugas di JCM telah melakukan prosedur seusai standar operasional prosedur yang berlaku. 

"Jadi pengunjung kehilangan tiket parkir kemudian dari petugas kami melakukan verifikasi yang kemudian ditemukan perbedaan plat nomor dengan STNK, sehingga petugas kami memanggil car park manager untuk membantu proses verifikasi. Namun dari pengunjung mungkin kurang berkenan sehingga melakukan dugaan tindakan kekerasan kepada petugas kami," kata Febri.

Saat ini kasus tersebut telah diserahkan untuk ditangani pihak berwajib. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved