Menikmati Menu Buka Puasa Khas Mediterania di City Grill Prawirotaman Yogyakarta 

Menu fish and sea food platter tersebut, lanjutnya, dapat dinikmati untuk tiga, sampai empat orang.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Sajian fish and sea food platter yang menjadi idola para pengunjung City Grill, Prawirotaman, Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kota Yogyakarta bak surganya kuliner di bulan Ramadan.

Berbagai menu makanan berat dan kudapan bisa dijumpai dengan mudah.

Tak terkecuali di Prawirotaman, yang selama ini dikenal dengan sebutan kampung bule, karena menjadi idola wisatawan mancanegara. 

Salah satu titik yang belakangan marak jadi perbincangan adalah City Grill.

Menyajikan deretan menu khas Mediterania, wisatawan lokal dan luar tampak menggandrunginya.

Bukan tanpa alasan, di restoran itu, seluruh makanannya telah 'disesuaikan' dengan lidah masyarakat pribumi. 

Pengelola City Grill, Lucia Akbarina mengatakan, di bulan Ramadan, antusiasme masyarakat untuk mencoba masakan di restorannya memang cukup signifikan.

Salah satu sajian yang jadi favorit para pengunjung, khususnya lokal, ialah meat platter, maupun fish and sea food platter. 

"Ini hidangan khas Balkan, Eropa Timur. Isinya berbagai macam makanan, ada ikan, cumi, udang, roti, nasi kacang merah, dan sebagaiya, semua disajikan jadi satu. Jadi, bisa dibilang cocok dengan lidah kita, ya," terangnya. 

Menu fish and sea food platter tersebut, lanjutnya, dapat dinikmati untuk tiga, sampai empat orang.

Karena itu, para pengunjung pun tak perlu khawatir harus merogoh kocek dalam-dalam, lantaran harga jelas terjangkau. 

"Kita juga coba buat saus, yang dibikin menyerupai sambal, dengan dipadukan dengan bahan khas sana, supaya lebih sesuai dengan lidah orang Indonesia," katanya. 

Sementara, Wisatawan asal Jawa Tengah, Agung Kristianto mengaku sengaja datang ke City Grill di tengah perjalanan ke Yogyakarta, untuk mencicipi menu fish and sea food platter.

Sebagai pecinta olahan makanan laut, dirinya hendak menjajal seberapa nikmat sajian khas Mediterania. 

"Ternyata memang luar biasa ini, sea food segar yang diolah sedemikian rupa. Memang cita rasanya beda dengan olahan sea food lokal, karena khas Mediterania, ya, tapi saya rasa tetap masuk untuk lidah Indonesia," urai Agung. 

Sementara pengunjung lainnya, Lulu Indriana, seorang karyawan swasta di Yogyakarta, mengaku tertarik datang karena rasa penasaran.

Sebab, selama ini, dirinya kerap menyaksikan para food vlogger me-review santapan-santapan lezat dari negara-negara Balkan. 

"Kebetulan momentumnya pas saat bulan Ramadan, dan restoran ini sejak awal sudah masuk daftar yang harus aku kunjungi buat buka puasa," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved