VIRAL : Kursi Plastik Bekas Duduk Lewis Hamilton Dijual Rp 9,8 Juta
Kursi plastik yang pernah diduduki pebalap F1 Lewis Hamilton terjual dengan harga RM 2,888 atau setara dengan Rp 9,8 juta
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Kursi plastik yang pernah diduduki pebalap F1 Lewis Hamilton terjual dengan harga RM 2,888 atau setara dengan Rp 9,8 juta di Malaysia. Kursi itu dijual secara online dengan keterangan sebagai 'barang langka' oleh toko dengan peringkat 4,9 bintang di Shopee.
Penjual menamakan barang itu sebagai kursi bekas tempat duduk pebalap F1 dunia Lewis Hamilton.
Barang langka atau rare itme ini didaftarkan oleh penjual Preferred Shopee, Lima Bintang Auto Parts.
Berdasarkan profil mereka, penjual memiliki peringkat 4,9 bintang dan telah berada di platform itu selama tiga tahun.
Bangku plastik juga dijamin 'asli', dengan jaminan yang memungkinkan pembeli mendapatkan pengembalian uang jika produk terbukti sebaliknya.
Dalam deskripsi produk, penjual mencantumkannya sebagai "sangat langka dan terbatas" dan "hanya satu yang tersedia di Malaysia".
Setelah Hamilton duduk di atasnya, penjual mengklaim bangku itu segera dibungkus untuk 'menjaga kesegaran' dari 'cetakan pantat' pembalap.
Harga juga bisa dinegosiasikan, dengan penjual mengundang pembeli untuk mengirim pesan langsung kepada mereka jika mereka ingin berdiskusi lebih lanjut.
Uniknya, barang itu berhasil terjual, meskipun tidak diketahui siapa yang bisa membeli bangku legendaris itu.
Adapun saat itu Lewis Hamilton sedang berada di Kuala Lumpur, Malaysia untuk syuting iklan baru Petronas dan menghadiri program di bawah perusahaan minyak nasional.
Petronas menulis dalam sebuah posting Facebook bahwa Hamilton dan Russel berada di Kuala Lumpur untuk Program Selamat Datang di Petronas dan akan segera berangkat.
Sudah dua tahun sejak kunjungan terakhir Hamilton dan dia mengajak rekan setimnya berkeliling untuk pertama kalinya.
Menurut Facebook Tim F1 Mercedes-AMG Petronas , pasangan itu juga dikunjungi oleh 30 guru di bawah program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) perusahaan minyak nasional "sebelum mengakhiri sore hari dengan merekam beberapa konten khusus". (*/The Say)
