Mutiara Ramadhan Tribun Jogja LDNU DIY

Ramadan untuk Latihan Kezuhudan

Ada hal menarik yang bisa kita petik dari rangkaian ibadah pada bulan Ramadan. Ia menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi.

Editor: ribut raharjo
Ramadan untuk Latihan Kezuhudan
Istimewa
Khairul Imam, Pengasuh PPTQ Ibnu Sina Yogyakarta; Dosen Fakultas Ushuluddin IIQ An Nur Yogyakarta

Oleh: Khairul Imam, Pengasuh PPTQ Ibnu Sina Yogyakarta; Dosen Fakultas Ushuluddin IIQ An Nur Yogyakarta

TRIBUNJOGJA.COM - Ada hal menarik yang bisa kita petik dari rangkaian ibadah pada bulan Ramadan.

Ia menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi dan menguatkan, sekaligus memaknai lebih dalam dari sekadar ibadah seremonial.

Bahwa di dalam rutinitas pada bulan ini setiap insan dilatih untuk memasuki gerbang kezuhudan.

Satu latihan khusus untuk menciptakan gaya hidup baru (a new life style) dalam rangka menggapai keridhaan Allah SWT.

Dalam pandangan Yahya bin Mua’dz ar-Razi, term zuhud terdapat dalam tiga hal; sedikit (al-qillah), lapar, dan khalwat (menepi dari keramaian).

Pertama, membatasi diri dari harta benda duniawi, termasuk makan dan minum. Kata ini juga bermakna qana’ah dalam pandanngan ar-Raghib al-Isfahani, yang berarti merasa ridha atau puas dengan yang ada.

Dalam arti, setiap orang yang berpuasa dilatih dengan batasan tertentu dan tidak berlebihan.

Semisal, ketika dalam kondisi puasa, setiap kita pasti berangan-angan untuk berbuka dengan beragam hidangan lezat.

Kita menahan lapar seharian penuh dan, seakan-akan hendak balas dendam melahap semua hidangan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved